KEK Palu resmi mengantongi komitmen investasi Rp30 triliun untuk membangun gigafactory Battery Energy Storage System atau BESS dan hub LNG di Sulawesi Tengah. Langkah ini langsung mengangkat posisi kawasan itu dari simpul industri bahan mentah menjadi calon pusat energi bersih dan manufaktur baru di Indonesia timur.
Kesepakatan itu diteken di Jakarta antara PT Bangun Palu Sulawesi Tengah dan Aslan Energy Capital dari Singapura. Proyeknya akan berdiri di lahan sekitar 40 hektare dengan kapasitas awal 8 gigawatt jam per tahun, lalu diperluas ke 12 sampai 15 gigawatt jam. Bidikannya bukan cuma pasar domestik, tetapi juga ASEAN, Australia, dan Amerika Serikat.
Direktur Utama BPST Sony Panukma Widianto menyebut kemitraan ini sebagai langkah nyata untuk menjadikan KEK Palu poros energi bersih dan hilirisasi di kawasan timur. Klaim itu tidak terdengar berlebihan jika melihat rantai nilainya, karena nikel, pelabuhan Pantoloan, dan dorongan pemerintah kini bertemu di satu meja investasi.
Proyek ini diperkirakan menyerap sekitar 1.300 tenaga kerja langsung dan lebih dari 3.000 pekerjaan tidak langsung. Jika eksekusinya mulus, KEK Palu tidak lagi cuma menjual cerita tentang potensi, tetapi mulai menjual kapasitas industri yang nyata. Untuk perkembangan bisnis strategis seperti ini, Insimen patut masuk daftar pantau.
Eksplorasi konten lain dari Insimen
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









