Delivery Hero kembali menjadi pusat perhatian setelah Reuters melaporkan pada Minggu, 24 Mei 2026, bahwa dewan Uber bertemu pada Sabtu untuk membahas kemungkinan menaikkan tawaran bagi perusahaan pengantaran makanan asal Jerman itu. Perkembangan ini menandai babak baru yang lebih serius daripada proposal awal, karena pasar kini tidak lagi sekadar menilai ada minat akuisisi, tetapi juga mulai membaca adanya tekanan untuk menegosiasikan valuasi yang lebih tinggi.

Sehari sebelumnya, Delivery Hero telah mengonfirmasi secara resmi bahwa Uber mengajukan proposal indikatif sebesar 33 euro per saham untuk potensi penawaran kepada seluruh pemegang saham. Namun laporan terbaru Reuters yang mengutip Financial Times menunjukkan pendekatan itu belum cukup untuk membuka jalan menuju kesepakatan. Uber disebut telah mendekati salah satu pemegang saham terbesar Delivery Hero dengan tawaran 38 euro per saham dalam beberapa hari terakhir, tetapi pendekatan itu ditolak.

Perubahan nada ini penting karena ia menggeser cerita dari spekulasi awal menuju fase uji harga. Jika benar Uber kini mempertimbangkan tawaran yang lebih tinggi, maka pertanyaan utamanya bukan hanya apakah Delivery Hero akan dijual, melainkan pada valuasi berapa, dengan logika strategi seperti apa, dan seberapa besar ruang negosiasi yang masih tersisa di tengah tekanan investor serta regulasi.

Delivery Hero Jadi Titik Uji Valuasi

Dalam beberapa hari terakhir, Delivery Hero bergerak dari posisi perusahaan yang sedang menjalankan strategic review menjadi target yang sedang diuji pasar secara terbuka. Proposal awal 33 euro per saham sudah cukup untuk menegaskan bahwa Uber melihat nilai strategis dalam aset, jaringan, dan jejak geografis perusahaan itu. Akan tetapi, respons dingin dari pemegang saham besar memperlihatkan bahwa sebagian investor menilai harga tersebut belum mencerminkan potensi penuh Delivery Hero.

Di titik ini, valuasi bukan sekadar angka. Ia menjadi ringkasan dari perdebatan yang lebih luas tentang seberapa besar nilai platform food delivery global ketika pertumbuhan mulai diimbangi tuntutan profitabilitas, efisiensi modal, dan disiplin portofolio. Bagi pembaca bisnis, itu membuat Delivery Hero relevan bukan hanya sebagai target akuisisi, tetapi juga sebagai termometer baru untuk sektor yang selama beberapa tahun terakhir berada di bawah tekanan pasar.

Penolakan awal mengubah permainan Delivery Hero

Konfirmasi resmi dari Delivery Hero pada 23 Mei memberi dasar yang jelas bahwa ada proposal indikatif dari Uber. Namun perkembangan pada 24 Mei menunjukkan prosesnya tidak bergerak linier. Ketika salah satu pemegang saham besar menolak pendekatan dengan harga lebih tinggi, negosiasi bergeser dari sekadar minat strategis menjadi adu pandang tentang berapa nilai wajar perusahaan dalam kondisi pasar saat ini.

Penolakan itu penting karena memberi sinyal bahwa pemegang saham besar belum merasa terdesak untuk keluar pada premi yang hanya moderat. Dalam konteks seperti ini, calon pembeli harus memutuskan apakah ia benar-benar siap membayar lebih mahal, atau justru menggunakan waktu untuk menunggu tekanan lain muncul dari strategic review, struktur pemegang saham, atau volatilitas pasar.

Bagi Delivery Hero, situasi tersebut menciptakan posisi yang rumit tetapi juga memberi daya tawar. Perusahaan tidak perlu tergesa menerima proposal pertama jika menilai masih ada ruang harga yang lebih tinggi. Di sisi lain, semakin terbuka pembicaraan akuisisi, semakin sulit pula bagi manajemen untuk mengendalikan ekspektasi investor yang kini akan terus mengukur setiap langkah perusahaan melalui lensa kemungkinan transaksi.

Harga Delivery Hero kini menjadi referensi baru

Angka 33 euro per saham semula menjadi titik referensi pertama. Lalu laporan tentang pendekatan 38 euro per saham menggeser jangkar penilaian pasar. Sekalipun pendekatan itu belum berubah menjadi penawaran formal, kemunculan angka baru membuat diskusi di sekitar Delivery Hero naik satu tingkat: investor kini tahu ada pihak yang bersedia menguji batas valuasi lebih jauh.

Efeknya tidak berhenti pada satu calon transaksi. Setiap angka baru akan memengaruhi cara analis, investor aktivis, dan pemegang saham lama membaca opsi strategis perusahaan. Jika Uber merasa perlu menaikkan penawaran, pasar akan menafsirkan bahwa aset Delivery Hero mungkin lebih berharga daripada yang tercermin dalam proposal awal. Jika Uber mundur, pasar akan membaca adanya batas valuasi yang tidak ingin dilewati pembeli.

Karena itu, Delivery Hero kini berdiri di titik penting. Sahamnya tidak hanya bergerak berdasarkan kinerja operasional, tetapi juga atas ekspektasi tentang hasil akhir proses korporasi. Dalam kondisi seperti itu, harga pasar bisa berubah menjadi arena negosiasi tersendiri, bukan sekadar cerminan laporan keuangan terakhir.

Uber Dan Konsolidasi Food Delivery

Perkembangan ini juga tidak bisa dilepaskan dari gerakan Uber yang sudah lebih dulu memperbesar pijakannya di Delivery Hero. Pada 18 Mei, Delivery Hero menyatakan Uber telah meningkatkan kepemilikannya menjadi 19,5 persen dari modal ditempatkan, disertai opsi atas tambahan 5,6 persen. Pernyataan resmi itu dibaca perusahaan sebagai dukungan terhadap strategi platform dan transformasi Everyday App, tetapi bagi pasar langkah tersebut jelas juga memperbesar pengaruh Uber atas arah masa depan Delivery Hero.

Dengan posisi saham sebesar itu, Uber bukan lagi pengamat luar. Ia sudah menjadi aktor penting di meja permainan. Itulah sebabnya pembahasan tentang penawaran yang lebih tinggi punya bobot lebih besar dibanding rumor akuisisi biasa. Ketika calon pembeli sudah memegang porsi saham yang material, semua pihak akan menganggap tindakannya lebih serius, lebih terencana, dan berpotensi mengubah struktur industri.

Uber sudah punya posisi strategis di Delivery Hero

Kepemilikan 19,5 persen memberi Uber lebih dari sekadar eksposur finansial. Posisi itu menempatkan perusahaan asal Amerika Serikat tersebut dekat dengan pusat pembacaan strategi Delivery Hero, terutama saat perusahaan Jerman itu sedang menjalankan strategic review untuk menilai arah bisnis jangka panjang. Tambahan opsi 5,6 persen juga menunjukkan ada ruang bagi Uber untuk memperbesar pengaruh, meski belum sampai pada level yang otomatis memicu kewajiban penawaran penuh.

Dari sudut pandang strategi, langkah seperti ini masuk akal. Uber dapat mengamati respons pasar, membaca sikap pemegang saham lain, dan menilai apakah akuisisi penuh layak dikejar sebelum mengunci harga akhir. Pendekatan itu memberi fleksibilitas. Ia juga membatasi risiko membayar terlalu mahal di tahap awal ketika masih ada banyak ketidakpastian tentang dukungan investor dan hambatan persaingan.

Namun posisi strategis seperti itu juga menciptakan tekanan baru. Semakin besar pijakan Uber di Delivery Hero, semakin sulit bagi pasar untuk percaya bahwa kedua perusahaan akan tetap berada pada rel yang sepenuhnya terpisah. Bahkan tanpa transaksi final sekalipun, kepemilikan yang besar sudah cukup untuk memengaruhi persepsi tentang persaingan, opsi kemitraan, dan arah konsolidasi lintas pasar.

Delivery Hero makin sulit menjaga opsi terbuka

Bagi Delivery Hero, membiarkan waktu berjalan mungkin tampak menguntungkan jika targetnya adalah mendorong harga lebih tinggi. Tetapi ruang geraknya tidak sepenuhnya bebas. Perusahaan sedang menghadapi sorotan investor terhadap efisiensi operasi, portofolio aset, dan kualitas strategi regional. Dalam situasi seperti itu, pasar biasanya menuntut kejelasan yang lebih cepat, bukan proses tanpa arah.

Perusahaan juga perlu menjaga agar strategic review tetap terlihat kredibel. Jika pembicaraan akuisisi mengambil alih seluruh narasi, investor dapat mulai mempertanyakan apakah manajemen masih menjalankan agenda mandiri yang jelas, atau hanya menunggu pembeli datang dengan harga yang lebih tinggi. Dilema inilah yang membuat Delivery Hero harus menimbang setiap sinyal dengan hati-hati.

Selain itu, setiap perkembangan baru akan dibaca juga oleh pesaing global lain. Semakin lama proses ini berlangsung di ruang publik, semakin besar kemungkinan pihak lain menggunakan ketidakpastian itu untuk menekan posisi komersial Delivery Hero di pasar tertentu, merebut mitra, atau memperkuat narasi bahwa konsolidasi adalah takdir industri yang sulit dihindari.

Apa Arti Delivery Hero Bagi Investor Dan Pesaing

Di luar perdebatan harga, kasus Delivery Hero menunjukkan bahwa industri food delivery global sedang memasuki fase yang lebih matang dan lebih keras. Pertumbuhan pengguna saja tidak lagi cukup. Investor kini mencari bukti bahwa skala dapat diterjemahkan menjadi margin yang lebih baik, operasi yang lebih ramping, serta portofolio geografis yang masuk akal. Karena itu, setiap wacana akuisisi besar langsung dibaca sebagai tes atas model bisnis sektor ini.

Delivery Hero menonjol dalam konteks tersebut karena jejaknya luas, mereknya kuat di banyak pasar, dan arah strateginya tengah ditinjau ulang. Bila Uber akhirnya menaikkan tawaran secara resmi, itu akan menjadi sinyal bahwa konsolidasi kini dipandang sebagai jalan tercepat untuk memperoleh skala, kendali pasar, dan efisiensi. Bila tidak, investor tetap akan menuntut Delivery Hero menunjukkan bahwa nilai perusahaan memang bisa dibuka tanpa menjual diri.

Strategic review Delivery Hero kini makin menentukan

Pernyataan perusahaan pada 18 Mei menegaskan bahwa Delivery Hero tetap fokus pada strategic review dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham. Dalam teori, itu memberi perusahaan ruang untuk membandingkan berbagai opsi: memperbaiki portofolio, melepas aset tertentu, memperkuat posisi kas, atau tetap mandiri sambil meningkatkan profitabilitas. Tetapi praktiknya, ruang itu kini berbenturan langsung dengan ekspektasi transaksi.

Jika strategic review menghasilkan peta jalan yang meyakinkan, Delivery Hero bisa memperkuat argumen bahwa perusahaan layak dihargai lebih tinggi daripada proposal saat ini. Sebaliknya, jika hasilnya kabur atau dianggap terlalu lambat, tekanan untuk menerima penawaran yang lebih baik akan meningkat. Artinya, strategic review tidak lagi sekadar proyek internal. Ia kini menjadi alat tawar yang akan diuji pasar dari hari ke hari.

Bagi investor, fokus utama akan ada pada pertanyaan sederhana: apakah manajemen mampu membuka nilai lebih besar daripada yang ditawarkan pembeli. Selama jawaban itu belum jelas, saham Delivery Hero akan terus diperdagangkan bukan hanya berdasarkan kinerja operasional, tetapi juga berdasarkan probabilitas terjadinya kesepakatan korporasi.

Langkah Uber bisa memaksa pesaing ikut menghitung ulang

Manuver Uber tidak hanya relevan untuk Delivery Hero. Ia juga menjadi pesan ke seluruh sektor bahwa konsolidasi lintas wilayah dan lintas model layanan tetap terbuka, terutama ketika aset yang diburu punya skala, basis pengguna, dan peluang efisiensi yang besar. Pesaing akan memperhatikan apakah Uber akhirnya memilih membayar mahal demi mengamankan posisi, atau tetap disiplin dan menunggu harga turun.

Jika tawaran yang lebih tinggi benar-benar datang, perusahaan lain di sektor serupa mungkin ikut meninjau ulang valuasi mereka sendiri, baik untuk bertahan, menjual aset, maupun mencari mitra strategis. Investor aktivis juga bisa semakin berani menekan manajemen perusahaan digital yang masih dipandang belum optimal dalam alokasi modal.

Dalam arti itu, Delivery Hero lebih dari sekadar target akuisisi potensial. Ia sedang menjadi kasus uji untuk melihat bagaimana pasar 2026 menilai skala, sinergi, dan disiplin strategi dalam ekonomi platform. Hasil akhirnya akan memberi pelajaran bukan hanya bagi Uber dan Delivery Hero, tetapi juga bagi pemain digital lain yang selama ini bertahan di antara janji pertumbuhan dan tuntutan profit.

Untuk saat ini, Delivery Hero tetap berada di antara dua narasi besar: perusahaan yang sedang membuktikan nilai mandirinya, dan aset strategis yang mungkin memicu babak baru konsolidasi global. Ikuti terus perkembangan bisnis global lainnya di Insimen untuk melihat ke mana negosiasi ini bergerak berikutnya.


Eksplorasi konten lain dari Insimen

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari Insimen

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca