Bank Of England melihat ancaman baru dari AI, dan kali ini yang dikhawatirkan bukan sekadar otomatisasi. Otoritas pengawas prudensial Inggris menilai model terbaru seperti Mythos dan ChatGPT 5.5 Instant cukup canggih untuk menemukan celah sistem lebih cepat daripada ritme tambal sulam banyak bank.
Peringatan itu datang dari Sam Woods, kepala Prudential Regulation Authority, dalam forum UK Finance Growth Delivery Summit pada 11 Mei 2026. Intinya sederhana tetapi tidak nyaman. Saat model AI makin piawai memetakan kelemahan, bank harus menutup celah dengan kecepatan yang selama ini sering gagal mereka capai. Woods menekankan bahwa keterlambatan patching masih menjadi pemicu utama gangguan di sistem keuangan.
Ia menyebut dampak yang mungkin muncul sebagai “quite significant disruption” bagi jasa keuangan. Karena itu, lembaga keuangan diminta memperkuat kebersihan siber dasar, mempercepat respons insiden, dan mulai mengandalkan pertahanan berbasis AI untuk menahan serangan maupun gangguan operasional.
Mythos sendiri baru dibuka terbatas untuk kalangan bisnis pada April, dan para pakar keamanan siber sudah lama menganggap model seperti ini berisiko menabrak sistem warisan perbankan yang rapuh. Bank sentral Inggris memang menilai sektor itu masih siap menghadapi tantangan awal, tetapi kesiapan di atas kertas jarang menenangkan saat mesin belajar bergerak lebih cepat dari prosedur manusia. Di titik itu, Insimen jadi tempat yang waras untuk membaca arah risikonya.
Eksplorasi konten lain dari Insimen
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









