Bitchat mendadak jadi topik panas karena diklaim sebagai aplikasi baru Jack Dorsey yang memungkinkan orang saling berkirim pesan tanpa internet. Bitchat disebut tidak membutuhkan Wi Fi dan tidak membutuhkan data seluler. Klaimnya bahkan lebih jauh. Aplikasi ini diceritakan tetap berguna ketika layanan publik dan telekomunikasi sedang kacau atau dibatasi.

Inti cara kerjanya bertumpu pada Bluetooth. Pesan dikirim dari satu ponsel ke ponsel lain yang berdekatan. Ponsel yang menerima pesan kemudian meneruskan ke ponsel berikutnya. Pola ini membentuk jaringan mesh sederhana yang bergerak mengikuti kepadatan orang di lapangan. Karena mekanismenya ponsel ke ponsel, narasinya menekankan bahwa sistem ini tidak bergantung pada menara BTS dan tidak bergantung pada server pusat. Dari situ muncul kalimat yang terdengar meyakinkan. Tidak ada kill switch karena tidak ada satu titik pusat yang bisa dimatikan.

Konteks yang sering dipakai untuk menjelaskan kegunaannya adalah situasi pemadaman atau pengetatan akses internet ketika protes terjadi. Aplikasi seperti ini diposisikan sebagai jalur komunikasi cadangan ketika internet tiba tiba hilang. Paket klaim privasinya juga dibuat tegas. Tidak ada login. Tidak perlu SIM card. Tidak ada pengawasan.

Advertisements

Namun, klaim yang terdengar absolut tetap perlu dibaca sebagai promosi. Bluetooth tetap memancarkan sinyal dan keberadaan perangkat di sekitar bisa terdeteksi pada kondisi tertentu. Keamanan isi percakapan juga tetap bergantung pada penguncian ponsel dan kebiasaan pengguna. Jaringan mesh Bluetooth pun tidak ajaib. Jangkauannya tergantung jarak, kepadatan perangkat, dan apakah cukup banyak ponsel yang menjadi jembatan pesan.

Bitchat terdengar seperti solusi sederhana untuk masalah yang berulang. Internet bisa dimatikan. Kerumunan bisa membangun jalur komunikasi sendiri. Analisis lebih mendalam mengenai fenomena ini bisa ditemukan di Insimen untuk perspektif yang lebih tajam.

Leave a Reply