Bitcoin menutup pekan dengan penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari tiga tahun, lalu suasana pasar kripto mendadak seperti masuk musim dingin. Harga Bitcoin turun 16 persen sepanjang pekan dan sempat berada di sekitar US$70.008. Angka itu jauh dari puncak tertingginya yang sempat menyentuh sekitar US$126.273 pada Oktober. Ether ikut terpukul, turun 24 persen ke sekitar US$2.052, atau turun sekitar 59 persen dari puncaknya tahun lalu. Ada reli cepat pada Jumat, tetapi luka pekanan tetap terlihat jelas.
Yang bikin gaduh bukan cuma angka merahnya. Banyak tokoh besar yang biasanya paling percaya diri justru kesulitan menunjuk satu biang kerok. Mereka melihat aksi jual ini terasa beda karena tidak ada ledakan skandal besar, tidak ada runtuhnya raksasa industri, dan tidak ada satu kabar buruk yang cukup kuat untuk menjelaskan semuanya. Pada kejatuhan besar sebelumnya, pasar punya kambing hitam yang jelas. Kali ini, penyebabnya seperti tercecer di banyak sudut.
Beberapa teori beredar di meja trader. Sebagian investor mengalihkan selera spekulasi ke arena lain seperti pasar prediksi, kecerdasan buatan, logam mulia, sampai saham meme, lalu likuiditas kripto ikut tersedot. Ada juga yang menyorot ramainya produk turunan, termasuk ETF dan instrumen derivatif, yang membuat orang bisa bertaruh pada harga tanpa memegang koinnya, sehingga cerita kelangkaan terasa kurang menggigit. Isu suku bunga ikut masuk daftar, apalagi jika pasar membaca arah bank sentral cenderung ketat dan dolar menguat tipis. Di sisi regulasi, harapan pada aturan yang lebih jelas juga sempat mengendur karena tarik menarik kepentingan antara pelaku kripto dan bank tradisional.
Pada akhirnya, banyak investor kembali ke penjelasan paling membumi. Mereka mengambil untung setelah reli panjang yang sempat meledak sejak momen politik 2024 dan berlanjut sampai 2025. Seorang pelaku besar bahkan merangkum kebingungan itu dengan kalimat singkat: “Tidak ada smoking gun.” Kalau benar tidak ada satu penyebab, berarti pasar sedang belajar lagi bahwa volatilitas kripto memang tidak butuh undangan resmi untuk datang. Analisis lebih mendalam mengenai fenomena ini bisa ditemukan di Insimen untuk perspektif yang lebih tajam.









