Brain Computer Interface mulai dianggap sebagai langkah besar berikutnya dalam cara manusia memakai komputer. OpenAI menyatakan ikut dalam pendanaan tahap awal Merge Labs karena kemajuan antarmuka manusia dan komputer sering membuat kemajuan komputasi ikut melesat.
Gagasan utamanya begini. Jika manusia bisa menyampaikan niat dengan cara yang lebih langsung, teknologi bisa bekerja lebih cepat dan lebih tepat. OpenAI menilai BCI bisa membuka cara baru untuk berkomunikasi, belajar, dan berinteraksi dengan teknologi. Tujuannya supaya interaksi terasa lebih alami dan lebih berpusat pada manusia, bukan memaksa manusia menyesuaikan diri dengan mesin.
Merge Labs membawa misi jangka panjang untuk menjembatani kecerdasan biologis dan kecerdasan buatan. Fokusnya bukan sekadar membuat alat baru, tetapi membuat manusia punya kemampuan, kendali, dan pengalaman yang lebih kuat saat menggunakan teknologi.
Di sisi teknis, Merge Labs mengembangkan pendekatan baru untuk BCI yang aman dan punya bandwidth lebih tinggi. Mereka menggabungkan biologi, perangkat, dan AI agar sinyal dari otak bisa dipahami dengan lebih baik. OpenAI menekankan peran AI untuk mempercepat riset di bidang bioengineering, neuroscience, dan rekayasa perangkat.
Tantangan besar BCI ada pada sinyal yang sering terbatas dan bising. OpenAI menyebut kebutuhan sistem operasi berbasis AI yang bisa menafsirkan niat pengguna, menyesuaikan diri dengan tiap orang, lalu tetap andal dalam kondisi sinyal yang tidak ideal. OpenAI juga menyampaikan rencana kolaborasi dengan Merge Labs pada scientific foundation models dan alat frontier lain untuk mempercepat kemajuan.
Merge Labs didirikan oleh Mikhail Shapiro, Tyson Aflalo, dan Sumner Norman. Mereka juga melibatkan Alex Blania, Sandro Herbig, dan Sam Altman dalam kapasitas personal. Pada intinya, OpenAI sedang menguji jalur baru supaya komputer bisa mengerti maksud manusia dengan lebih cepat dan lebih halus. Analisis lebih mendalam mengenai fenomena ini bisa ditemukan di Insimen untuk perspektif yang lebih tajam.









