Quantinuum resmi melangkah lebih dekat ke bursa Amerika Serikat setelah Honeywell pada Jumat, 8 Mei 2026, membuka dokumen penawaran saham perdana perusahaan itu ke publik. IPO Quantinuum datang pada saat pasar kembali ramah terhadap emiten baru, terutama nama yang punya cerita besar di teknologi frontier dan komputasi kuantum.
Perusahaan yang berbasis di Broomfield, Colorado, itu berencana mencatatkan saham di Nasdaq dengan kode QNT dan menjual saham baru dalam penawaran ini. Quantinuum melaporkan rugi bersih US$192,6 juta dengan pendapatan US$30,9 juta sepanjang 2025, dibanding rugi US$144,1 juta dan pendapatan US$23 juta setahun sebelumnya. Angka itu menunjukkan bisnisnya masih jauh dari matang, tetapi juga menandakan investor sedang diminta membayar mahal untuk janji pertumbuhan jangka panjang.
Quantinuum lahir pada 2021 dari penggabungan divisi komputasi kuantum Honeywell dan Cambridge Quantum. Selama satu dekade terakhir, perusahaan ini sudah menggelontorkan lebih dari US$2 miliar untuk riset dan pengembangan. Tahun lalu, Quantinuum juga meraih sekitar US$600 juta dari investor termasuk lengan modal ventura Nvidia pada valuasi pra uang US$10 miliar. CEO Rajeeb Hazra bahkan menulis bahwa peluang Quantinuum berpotensi “as impactful as AI promises to be, if not greater.”
Masalahnya, pasar kuantum masih hidup di antara dua hal yang sering sulit akur, yaitu narasi besar dan pendapatan kecil. Namun justru di situlah nilai berita ini berada. Jika IPO ini terserap baik, pasar sedang bilang bahwa mesin uang masa depan tidak selalu harus untung hari ini. Untuk pembaca yang ingin membaca arah modal sebelum ramai, Insimen layak jadi titik berangkat.
Discover more from Insimen
Subscribe to get the latest posts sent to your email.









