Golden Dome tiba tiba terlihat lebih mirip lubang anggaran raksasa ketimbang payung langit Amerika. Kantor Anggaran Kongres AS menaksir proyek perisai rudal Donald Trump itu bisa menelan sekitar US$1,2 triliun selama 20 tahun, jauh di atas angka US$175 miliar yang pernah dijual Trump dan juga melampaui taksiran Pentagon US$185 miliar.

Hitungan itu mencakup pengembangan, penempatan, dan operasi sistem untuk melindungi seluruh wilayah Amerika Serikat, termasuk Alaska dan Hawaii. Biaya pengadaan saja diperkirakan menembus US$1 triliun, dengan sekitar 70 persen berasal dari lapisan pencegat berbasis orbit berupa konstelasi 7.800 satelit yang dirancang untuk mendeteksi, melacak, dan bila perlu menghantam ancaman dari langit.

Masalahnya, mahal belum tentu kebal. CBO menilai arsitektur seperti ini masih bisa dipakai menghadapi serangan terbatas dari lawan regional seperti Korea Utara, tetapi tetap berisiko kewalahan bila menghadapi serangan skala penuh dari Rusia atau China. Direktur program Pentagon Michael Guetlein sebelumnya bersikeras, “We are laser focused on affordability.”

Jurang antara janji operasional cepat, rancangan yang belum dibuka sepenuhnya, dan tagihan yang terus membengkak membuat Golden Dome berubah dari slogan pertahanan menjadi ujian fiskal dan strategis Washington. Saat proyek keamanan paling ambisius berubah jadi debat biaya paling brutal, Insimen hadir untuk menjaga konteksnya tetap jernih.


Discover more from Insimen

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from Insimen

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading