Berkas Epstein membuat peta krisis politik terlihat jomplang pada Kamis, 5 Februari 2026. Keir Starmer di London menghadapi ancaman nyata dari dalam partainya sendiri, saat Donald Trump di Washington justru melenggang tanpa tekanan selevel.
Tekanan utama ke Starmer datang dari kisah Peter Mandelson, tokoh senior Partai Buruh yang dulu ia percaya, lalu ia angkat, lalu ia pecat. Berkas baru memicu dugaan bahwa Mandelson membocorkan informasi rahasia dan sensitif pasar kepada Epstein pada masa puncak krisis finansial 2008. Mandelson kini menghadapi penyelidikan pidana, lalu ia mundur dari House of Lords, dan ia meninggalkan Partai Buruh. Di saat yang sama, aksi pembangkangan anggota parlemen Buruh membuat posisi Starmer makin rapuh, karena sistem Westminster memang bisa menjatuhkan pemimpin lebih cepat daripada kalender pemilu.
Starmer memilih jalur permintaan maaf yang gamblang kepada para korban. Ia berkata, “I am sorry. Sorry for what was done to you.” Ia juga menegaskan bahwa Inggris tidak akan menganggap keadilan sebagai opsi. Di ranah simbolik, Istana juga bergerak keras, karena Raja Charles III mencabut gelar Pangeran Andrew dan menyingkirkannya dari peran publik, setelah relasi lama Andrew dengan Epstein kembali memicu amarah publik.
Trump mengambil posisi berlawanan. Pemerintah federal menyatakan tidak ada dakwaan baru, dan aparat menyebut tidak ada bukti pelanggaran pidana oleh Trump dari rilis berkas terbaru, walau berkas itu tetap memunculkan detail tidak nyaman dan klaim yang belum terverifikasi. Trump merangkum sikapnya dengan kalimat, “It’s really time for the country to get onto something else.” Ia juga punya perisai politik yang tebal, karena ia memegang kendali atas Departemen Kehakiman dan ia menekan Partai Republik di Kongres, sehingga fokus pengawasan lebih sering mengarah ke pihak lain.
Berkas Epstein kini menyebar lintas negara, lalu isu ini ikut menyentuh nama dan institusi dari Eropa sampai Washington. Di Amerika Serikat, beberapa tokoh tetap terkena imbas reputasi, seperti Larry Summers yang menarik diri dari agenda publik dan Brad Karp yang mundur dari kursi pimpinan firma hukum, tetapi badai utamanya tetap lebih keras di London. Analisis lebih mendalam mengenai fenomena ini bisa ditemukan di Insimen untuk perspektif yang lebih tajam.









