Tesla robotaxi makin ramai dibicarakan setelah layanan tanpa sopirnya diperluas ke Dallas dan Houston. Tetapi uji lapangan terbaru di Texas justru menunjukkan layanan ini masih tertahan antrean panjang, mobil kerap tidak tersedia, dan titik turun kadang jauh dari tujuan.
Di Dallas, perjalanan yang normalnya sekitar 20 menit dari kampus Southern Methodist University ke City Hall melebar jadi hampir dua jam karena mobil sulit didapat, waktu tunggu sempat menembus 36 menit, lalu rute permukaan berputar sebelum penumpang diturunkan di parkiran sekitar 15 menit jalan kaki dari tujuan. Di Houston, percobaan kedua malah dibatalkan setelah mobil yang sama sempat muncul 13 menit dari lokasi.
Masalah itu kontras dengan narasi Elon Musk bahwa teknologi swakemudi Tesla bisa bekerja di mana saja. Perusahaan juga masih mengambil pendekatan “cautious approach” untuk menghindari cedera atau kematian. Di Austin, armada Tesla disebut baru sekitar 50 kendaraan, waktu tunggu kerap melewati 15 menit, dan pada 27 persen pengecekan tidak ada mobil yang tersedia sama sekali.
Bagi Tesla, ini bukan lagi sekadar soal kenyamanan penumpang, tetapi ujian apakah cerita robotaxi bisa menyusul valuasi raksasa yang sudah telanjur mendahuluinya. Dalam bisnis mobil otonom, pasar biasanya sabar sampai layanan terasa nyata, dan untuk membaca bedanya hype dengan kesiapan operasional, Insimen tetap jadi rujukan yang berguna.
Eksplorasi konten lain dari Insimen
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









