Impeachment Sara Duterte masuk ke titik yang tak lagi bisa ditunda. DPR Filipina dijadwalkan menggelar pemungutan suara pada Senin, 11 Mei 2026, untuk menentukan apakah artikel pemakzulan terhadap wakil presiden itu diteruskan ke Senat. Agenda ini mengubah drama elite Manila dari tarik ulur komite menjadi ujian terbuka atas apakah koalisi Presiden Ferdinand Marcos Jr benar benar siap memaksa bekas sekutunya menghadapi sidang politik paling berat di negeri itu.
Langkah menuju pleno ini datang setelah Komite Kehakiman DPR menyatakan ada probable cause dan meloloskan laporan impeachment untuk dibawa ke sidang penuh. Seluruh 318 anggota DPR akan ikut dalam pembahasan, dan sedikitnya sepertiga suara atau 106 anggota dibutuhkan agar perkara itu resmi dikirim ke Senat. Gugatan terhadap Duterte bertumpu pada tuduhan soal kekayaan yang tak terjelaskan, dugaan penyalahgunaan dana negara, dan ancaman terhadap presiden. Sara Duterte membantah melakukan pelanggaran.
Taruhannya jauh melampaui satu sesi pleno. Jika DPR menyetujui artikel impeachment, Senat dapat bergerak menyiapkan persidangan dalam hitungan hari, membuka babak baru dalam pecah kongsi keluarga Marcos dan Duterte yang sebelumnya sempat tampil sebagai poros kekuasaan bersama. Di saat yang sama, voting ini juga dibaca sebagai tes kedisiplinan koalisi pemerintah dan sinyal awal menuju pertarungan politik Filipina menjelang pemilu 2028.
Bagi publik Filipina, hari ini bukan sekadar prosedur parlemen, melainkan momen untuk melihat apakah akuntabilitas benar benar punya gigi saat menyentuh puncak kekuasaan. Jika suara cukup terkumpul, Manila akan memasuki musim sidang yang lebih panas daripada pidato kampanye mana pun, dan Insimen akan tetap menjadi tempat yang waras untuk mengikutinya.
Eksplorasi konten lain dari Insimen
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









