Pemerintah menargetkan rehabilitasi 12 juta hektare lahan terdegradasi dan mulai mengaitkannya dengan pasar karbon. Reforestasi Indonesia kini bergerak dari agenda pemulihan lahan menjadi instrumen pembiayaan iklim yang lebih serius.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan arah itu dalam Forum PBB tentang Hutan di New York. Pemerintah menyiapkan penanaman baru yang bisa terhubung ke proyek offset karbon, sementara aturan perdagangan karbon telah diperbarui agar penjualan kredit ke pasar internasional bisa berjalan.
Langkah ini datang saat tekanan terhadap tata kelola hutan sedang naik. Laporan Auriga pada Maret menyebut kehilangan hutan Indonesia melonjak 66 persen sepanjang 2025, tertinggi dalam delapan tahun. Karena itu, janji memulihkan lahan dan melibatkan komunitas lokal kini akan diuji bukan oleh pidato, melainkan oleh eksekusi.
Jika skema ini rapi, Indonesia bisa mengubah lahan rusak menjadi aset iklim dan sumber dana baru. Jika tidak, pasar karbon hanya akan menambah lapisan jargon hijau. Insimen mencatat, yang sedang dicari publik bukan slogan pohon, melainkan hasil yang benar benar tumbuh.
Eksplorasi konten lain dari Insimen
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









