Berkshire Hathaway membuka babak baru rotasi portofolionya setelah mengungkap pembelian besar di Delta Air Lines dan lonjakan kepemilikan di Alphabet pada laporan 13F kuartal pertama 2026. Dokumen yang diajukan ke Securities and Exchange Commission pada Jumat, 15 Mei 2026 itu juga menunjukkan keluarnya Berkshire dari sejumlah nama besar seperti Amazon, UnitedHealth, Visa, dan Mastercard.
Perubahan ini langsung menarik perhatian karena datang pada kuartal pertama Greg Abel sebagai chief executive officer. Selama bertahun-tahun, pasar membaca langkah Berkshire sebagai refleksi filosofi Warren Buffett. Kini, filing terbaru memberi sinyal awal tentang bagaimana perusahaan investasi raksasa itu mulai terlihat lebih aktif merapikan posisi, menggeser eksposur, dan menata ulang taruhan sektor.
Berkshire Hathaway Mengubah Arah Portofolio
Laporan 13F terbaru menunjukkan Berkshire masih mengelola portofolio ekuitas AS yang sangat besar, dengan nilai sekitar US$288 miliar per 31 Maret 2026. Dalam periode Januari sampai Maret, perusahaan membeli saham sekitar US$15,94 miliar dan menjual sekitar US$24,09 miliar, sehingga arah kuartal ini jelas lebih dekat ke perombakan portofolio ketimbang akumulasi pasif.
Dari seluruh perubahan itu, dua nama paling menonjol adalah Delta dan Alphabet. Delta menjadi simbol kembalinya Berkshire ke saham maskapai setelah keluar dari sektor tersebut pada awal pandemi, sementara Alphabet menandai keberanian yang lebih besar untuk mempertahankan eksposur pada teknologi besar di tengah siklus belanja AI yang mahal dan kompetisi yang makin intens.
Berkshire Hathaway Dan Taruhan Baru Ke Delta
Berkshire mengungkap investasi baru senilai sekitar US$2,65 miliar di Delta Air Lines. Posisi itu setara dengan sekitar 39,8 juta saham atau sekitar 6,1 persen dari maskapai tersebut, angka yang cukup besar untuk langsung dibaca pasar sebagai keputusan strategis, bukan sekadar pembelian percobaan.
Langkah ini penting karena Berkshire pernah menjadi salah satu investor besar di Delta sebelum akhirnya melepas saham maskapai pada 2020 saat pandemi mengguncang penerbangan global. Kembalinya nama Delta ke portofolio menunjukkan bahwa Berkshire kini melihat profil bisnis maskapai itu berbeda dari masa krisis, setidaknya dari sudut profitabilitas, disiplin operasi, dan posisi kompetitif.
Pasar juga merespons cepat. Setelah filing dipublikasikan, saham Delta sempat menguat dalam perdagangan setelah jam bursa, menandakan bahwa masuknya Berkshire masih diperlakukan sebagai cap kepercayaan yang bernilai tinggi. Namun, penting dicatat bahwa filing 13F hanya memotret posisi per 31 Maret, sehingga tidak otomatis menggambarkan seluruh keputusan Berkshire setelah tanggal itu.
Berkshire Hathaway Memperbesar Alphabet
Selain Delta, perubahan paling mencolok datang dari Alphabet. Berkshire lebih dari tiga kali lipat memperbesar kepemilikannya di induk Google itu hingga mendekati 58 juta saham dengan nilai sekitar US$16,6 miliar pada akhir Maret, menjadikannya salah satu investasi saham terbesar di dalam portofolio perusahaan.
Bagi pasar, lonjakan ini menarik karena Berkshire selama bertahun-tahun dikenal berhati-hati terhadap saham teknologi. Buffett memang sudah membuka pintu lebih lebar untuk beberapa raksasa teknologi pada fase akhir kepemimpinannya, tetapi ekspansi besar ke Alphabet pada kuartal ini tetap menunjukkan bahwa portofolio Berkshire tidak lagi bisa dibaca hanya dengan lensa konservatisme lama.
Alphabet sendiri berada di titik penting. Di satu sisi, perusahaan harus membiayai belanja modal besar untuk infrastruktur AI dan pusat data. Di sisi lain, Google masih memiliki mesin kas kuat dari bisnis iklan, cloud, dan ekosistem perangkat lunak. Dengan memperbesar Alphabet saat tekanan biaya AI belum reda, Berkshire tampak memilih perusahaan yang masih punya skala, neraca, dan daya tahan untuk menanggung transisi itu.
Mengapa Delta Dan Keluar Dari Saham Lama Menarik
Perubahan di sisi pembelian sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari daftar saham yang dilepas Berkshire. Filing yang sama menunjukkan perusahaan keluar dari Amazon, UnitedHealth, Visa, Mastercard, Domino’s Pizza, Aon, dan Pool, sambil memangkas posisi Chevron sekitar 35 persen. Karena itu, cerita kuartal ini bukan hanya tentang apa yang dibeli, tetapi juga apa yang sengaja disingkirkan.
Konteks kepemimpinan juga ikut memengaruhi pembacaan pasar. Reuters melaporkan sebagian besar penjualan saham kemungkinan diarahkan oleh Greg Abel, yang sebelumnya disebut mengawasi sekitar 94 persen portofolio saham Berkshire, sementara Ted Weschler menangani sekitar 6 persen. Dengan kata lain, filing kali ini terlihat seperti potret awal struktur pengambilan keputusan yang makin terkonsolidasi di bawah pemimpin baru.
Jejak Lama Berkshire Hathaway Di Industri Maskapai
Kembalinya Berkshire ke Delta terasa ironis sekaligus menarik. Pada 2020, Berkshire melepas kepemilikan di beberapa maskapai besar AS ketika model bisnis industri itu terlihat terlalu rapuh untuk dipertahankan di tengah pembatasan perjalanan dan ketidakpastian permintaan.
Enam tahun kemudian, konteksnya berubah. Permintaan perjalanan udara telah pulih dari masa pandemi, dan Delta dipandang sebagai salah satu operator besar yang relatif paling disiplin dalam mengelola jaringan, harga, dan pelanggan premium. Itu tidak berarti sektor penerbangan bebas risiko, apalagi ketika harga energi tetap sensitif terhadap konflik geopolitik di Timur Tengah, tetapi kualitas operator kini menjadi pembeda yang lebih penting.
Berkshire tampaknya tidak sedang membeli seluruh sektor maskapai. Filing yang tersedia justru menunjukkan fokus pada Delta sebagai nama tunggal. Itu membuat langkah ini lebih mudah dibaca sebagai taruhan spesifik pada kualitas perusahaan, bukan kebangkitan sentimen umum terhadap semua saham penerbangan.
Keluar Dari Amazon, Visa, Mastercard, Dan UnitedHealth
Di sisi lain, keluarnya Berkshire dari Amazon, Visa, Mastercard, dan UnitedHealth memberi sinyal bahwa manajemen sedang menyederhanakan portofolio sambil meninjau ulang posisi-posisi yang lebih kecil tetapi sangat dikenal pasar. Amazon mewakili e-commerce dan cloud, Visa serta Mastercard mewakili jaringan pembayaran global, sementara UnitedHealth selama ini menjadi salah satu nama defensif besar di sektor kesehatan.
Belum ada penjelasan resmi dari Berkshire mengenai alasan di balik penjualan itu, dan perusahaan memang hampir tidak pernah merinci motif portofolio kuartalan. Karena itu, terlalu dini jika menyimpulkan bahwa Berkshire berubah negatif terhadap seluruh sektor teknologi, pembayaran, atau kesehatan hanya dari filing ini. Yang lebih aman dibaca adalah bahwa manajemen sedang menaikkan konsentrasi pada pilihan yang dianggap lebih meyakinkan.
Keluarnya dari sejumlah saham besar juga membantu menjelaskan mengapa pembelian Delta dan penambahan Alphabet terasa begitu menonjol. Ketika sebuah konglomerat sebesar Berkshire menjual beberapa nama terkenal sekaligus lalu menambah hanya beberapa posisi kunci, pasar cenderung melihatnya sebagai sinyal prioritas, bukan kebetulan portofolio biasa.
Apa Arti Langkah Ini Bagi Investor
Bagi pembaca pasar modal, filing Berkshire hampir selalu menarik bukan hanya karena ukuran dan reputasinya, tetapi juga karena ia sering menjadi petunjuk tentang bagaimana investor jangka panjang menilai kualitas bisnis. Dalam kasus kuartal pertama 2026, pesannya tampak cukup jelas: Berkshire ingin tetap berada di perusahaan besar dengan daya tahan tinggi, tetapi tidak ragu mengubah komposisi lama bila kepemimpinan baru melihat peluang yang lebih kuat di tempat lain.
Tetap saja, investor perlu menahan godaan untuk menyalin langkah ini secara mentah. 13F adalah dokumen historis yang menunjukkan posisi pada akhir kuartal, bukan peta real-time. Selain itu, Berkshire bisa menimbang Delta, Alphabet, atau saham lain dengan horizon, struktur modal, dan toleransi risiko yang sangat berbeda dari investor ritel maupun institusi lain.
Berkshire Hathaway Di Bawah Greg Abel
Filing ini belum cukup untuk menyimpulkan bahwa Greg Abel akan mengubah total DNA investasi Berkshire. Portofolio terbesar perusahaan masih bertumpu pada nama-nama lama seperti Apple, American Express, Coca-Cola, Bank of America, dan Chevron. Namun, filing ini cukup untuk menunjukkan bahwa masa transisi tidak berjalan pasif.
Ada dua hal yang terlihat menonjol. Pertama, Berkshire bersedia kembali ke sektor yang dulu ditinggalkan jika profil risikonya berubah dan operator yang dipilih dianggap unggul. Kedua, Berkshire tampak lebih nyaman mempertahankan atau menambah eksposur pada teknologi besar bila perusahaan tersebut dinilai memiliki kas, skala, dan posisi pasar yang kuat.
Karena itu, kuartal pertama Greg Abel layak dibaca sebagai awal pembentukan ritme investasi baru, meski belum tentu sebagai revolusi. Pasar barangkali belum melihat putus total dari era Buffett, tetapi sudah bisa melihat bahwa mekanisme seleksi saham Berkshire mulai memperlihatkan tangan yang lebih aktif.
Yang Perlu Dipantau Setelah Filing Berkshire Hathaway
Setelah filing ini, ada beberapa hal yang layak dipantau. Pertama adalah apakah kepemilikan Delta bertahan atau malah bertambah pada kuartal berikutnya, sebab itu akan membantu menjawab apakah posisi ini memang investasi jangka menengah hingga panjang atau sekadar pembelian oportunistis pada harga tertentu.
Kedua, pasar akan menunggu apakah Berkshire terus menambah Alphabet di tengah perlombaan belanja AI yang sangat mahal. Jika posisi itu kembali naik, maka investor bisa membaca bahwa Berkshire bukan hanya tertarik pada valuasi, tetapi juga pada kemampuan Alphabet mengubah belanja AI menjadi pertumbuhan bisnis yang nyata.
Ketiga, menarik untuk melihat apakah daftar saham yang keluar akan digantikan oleh konsentrasi baru di sektor tertentu atau justru menandakan pendekatan portofolio yang lebih ramping. Untuk saat ini, filing 13F per 15 Mei 2026 cukup memberi pesan bahwa Berkshire sedang bergerak, dan pergerakan itu kini patut dibaca lewat lensa Greg Abel, bukan hanya melalui bayang-bayang Warren Buffett.
Berkshire Hathaway mungkin belum mengubah seluruh wajah portofolionya dalam satu kuartal, tetapi langkah ke Delta, dorongan besar ke Alphabet, dan keluarnya dari beberapa nama mapan sudah cukup untuk menandai fase baru yang penting. Pembaca dapat mengikuti artikel investasi global lain di Insimen untuk melihat apakah rotasi ini berkembang menjadi pola yang lebih permanen pada kuartal-kuartal berikutnya.
Eksplorasi konten lain dari Insimen
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









