SpaceX sedang menyusun strategi supaya sahamnya bisa masuk indeks besar lebih cepat setelah IPO. Targetnya sederhana. Perusahaan ingin arus beli dari dana indeks dan ETF datang lebih awal, jadi likuiditas untuk pemegang saham lama dan karyawan tidak perlu menunggu terlalu lama.

Di belakang layar, tim penasihat Elon Musk sudah menghubungi penyedia indeks untuk membahas jalur percepatan itu. Salah satu pintu yang sedang dibuka adalah rencana aturan “Fast Entry” dari Nasdaq, yang akan memungkinkan emiten baru masuk Nasdaq 100 setelah 15 hari bursa, asalkan kapitalisasi pasarnya langsung menembus peringkat 40 besar konstituen indeks. Skema ini juga memberi pemberitahuan minimal lima hari bursa, dan penambahannya tidak menggusur anggota lama, jadi ukuran indeks bisa membengkak sementara sampai penataan ulang berikutnya.

Ambisi IPO ini ikut dibentuk oleh angka yang bikin kepala mendongak. SpaceX sempat melakukan transaksi saham privat yang menempatkan valuasi sekitar US$800 miliar, sementara target saat IPO diperkirakan menembus US$1 triliun. Di saat yang sama, SpaceX juga disebut baru mengakuisisi xAI, yang berarti cerita IPO ini bukan cuma roket dan internet satelit, tapi juga pertaruhan AI. Seorang pelaku pasar di Reuters merangkum motifnya dengan kalimat pendek, “Faster inclusion makes Nasdaq a more complete ecosystem.”

Advertisements

Namun jalur cepat tidak otomatis berarti jalan mulus. Pasar tetap mewaspadai momen lockup berakhir, karena gelombang jual serentak dari investor awal bisa menekan harga. Di level industri, dorongan percepatan ini juga nyambung ke tren yang lebih besar, yaitu upaya memberi akses lebih cepat ke raksasa private lain yang ikut disebut dalam antrean, seperti OpenAI dan Anthropic. Sementara itu, MSCI punya mekanisme fast track untuk IPO tertentu, dan metodologi indeks S&P juga mengenal konsep fast track di beberapa indeks. S&P 500 tetap lebih ketat, dan tidak menyediakan opsi “fast entry” seperti itu.

Pada akhirnya, SpaceX sedang mencoba mengubah jeda yang biasanya dianggap “masa pendinginan” menjadi “gas pol”. Analisis lebih mendalam mengenai fenomena ini bisa ditemukan di Insimen untuk perspektif yang lebih tajam.

Leave a Reply