Zelensky menyebut Amerika Serikat ingin perang Rusia Ukraina selesai sebelum Juni, dan ia mengatakan kedua tim negosiasi sudah diundang ke AS pekan depan. Ia menyebut lokasi pertemuan kemungkinan berada di Miami, dan Ukraina memastikan kehadiran. Zelensky juga menggambarkan target waktu itu sebagai dorongan baru dari Washington, meski ia belum melihat tanda terobosan cepat dari sisi Rusia.
Zelensky memaparkan hasil putaran kedua pembicaraan damai yang dimediasi AS di Abu Dhabi, dan ia menilai isu berat tetap menjadi isu berat. Ia menyorot tekanan soal konsesi wilayah, karena Ukraina menilai topik itu menyentuh inti kedaulatan. Ia juga menyebut para pihak baru mulai membahas peluang pertemuan tiga pemimpin, bukan sekadar delegasi, tetapi ia menegaskan proses itu butuh prasyarat yang rapi. Zelensky menautkan ambisi tenggat Juni dengan dinamika politik domestik AS, termasuk pemilu paruh waktu pada November yang bisa mengubah komposisi kekuasaan.
Rusia tetap menekan Ukraina lewat serangan ke infrastruktur energi saat suhu dingin menambah beban warga. Pemerintah Ukraina melaporkan serangan besar yang menyasar gardu induk, jalur transmisi, dan pembangkit, lalu operator sistem menyatakan defisit listrik meningkat tajam. Zelensky menyebut serangan pada Jumat malam melibatkan lebih dari 400 drone dan 40 rudal, dan beberapa serangan menembus pertahanan udara. Otoritas daerah melaporkan gangguan listrik luas di Lviv, serangan juga menghantam pembangkit di Ivano Frankivsk, serta korban jiwa di Rivne dan korban luka di Zaporizhzhia. “Moskow harus kehilangan kemampuan memakai dingin sebagai tuas menekan Ukraina,” kata Zelensky.
Target damai sebelum Juni terdengar rapi di kertas, tetapi Ukraina tetap menghitung hari sambil menghitung kilowatt yang hilang. Analisis lebih mendalam mengenai fenomena ini bisa ditemukan di Insimen untuk perspektif yang lebih tajam.









