Deeskalasi menjadi tuntutan terbuka para pemimpin bisnis besar di Minnesota setelah agen imigrasi federal menembak mati Alex Pretti di Minneapolis. Peristiwa itu memicu gelombang protes, gangguan aktivitas warga, dan tekanan baru ke perusahaan besar untuk ikut bersuara, walau biasanya mereka pilih aman dan diam.

Lebih dari 60 CEO meneken surat terbuka yang dipublikasikan Minnesota Chamber of Commerce pada 25 Januari 2026 waktu setempat, atau 26 Januari 2026 dini hari WIB. Nama penandatangan datang dari perusahaan dan institusi yang jarang satu panggung untuk isu panas, mulai dari 3M, Best Buy, Cargill, General Mills, Target, UnitedHealth Group, Medtronic, U.S. Bancorp, Xcel Energy, sampai Mayo Clinic dan Minnesota Vikings. Surat itu tidak menyebut nama presiden secara eksplisit, tetapi surat itu menyebut komunikasi “di balik layar” dengan gubernur, White House, wakil presiden, dan para wali kota.

Advertisements

Kalimat kuncinya jelas dan to the point: “With yesterday’s tragic news, we are calling for an immediate deescalation of tensions.” Surat itu juga mendorong kerja sama lintas level pemerintahan supaya situasi cepat stabil dan roda ekonomi bisa jalan lagi. Di lapangan, negara bagian dan kota kembar Twin Cities juga menyorot dampak ekonomi yang berat, termasuk laporan penurunan penjualan bisnis hingga 80% di beberapa titik.

Sementara itu, pihak federal belum memberi sinyal akan mengendur. Presiden justru menekan pemimpin lokal agar “bekerja sama” dan menyalahkan penolakan daerah sebagai pemicu kekacauan, sedangkan komandan Border Patrol Greg Bovino menekankan kebutuhan koordinasi dengan penegak hukum lokal. Bisnis biasanya alergi konflik politik, tapi ketika kota ikut macet dan orang sipil tewas, suara korporasi mendadak jadi headline.

Leave a Reply