Tarif Kanada menjadi titik panas baru di jalur dagang Amerika Utara setelah Ottawa membuka pintu terbatas bagi mobil listrik asal China dan Beijing membalas lewat pemangkasan bea masuk canola. Pemerintah Kanada mengambil langkah itu saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperluas tekanan tarif pada sekutu, sehingga Ottawa mencari ruang manuver yang lebih luas.
Perubahan ini menguat setelah Perdana Menteri Kanada Mark Carney datang ke Beijing pada 14 sampai 17 Januari 2026 dan bertemu Presiden Xi Jinping. Pemerintah Kanada menyebut kunjungan itu sebagai upaya membangun kemitraan strategis baru yang menekankan energi, agripangan, dan perdagangan.
Tarif Kanada dan kalkulasi baru Ottawa
Pemerintah Kanada mengatur ulang Tarif Kanada dari satu mitra utama ke beberapa jalur dagang sekaligus. Reuters mencatat bahwa Amerika Serikat masih menyerap porsi terbesar ekspor Kanada, sehingga setiap eskalasi tarif langsung menekan industri utama di Kanada. Ottawa tetap perlu menjaga arus barang lintas batas yang sudah terintegrasi.
Pemerintah Kanada juga membaca peta geopolitik yang bergeser, dan Tarif Kanada ikut berubah bersama kalkulasi itu. Pemerintah Amerika Serikat memicu ketidakpastian lewat tarif dan tuntutan politik, sehingga Kanada menambah opsi lewat kesepakatan kelompok kecil. Namun, para ekonom juga memperingatkan risiko ketika Kanada bergerak terlalu cepat menuju China.
Tarif Kanada dipangkas lewat kuota EV
Pemerintah Kanada mengganti tarif 100 persen pada mobil listrik China dengan mekanisme kuota. Perdana Menteri Carney menyatakan bahwa Kanada akan mengizinkan 49.000 unit mobil listrik China masuk setiap tahun pada tarif 6,1 persen. Pemerintah Kanada menyiapkan kenaikan kuota hingga sekitar 70.000 unit dalam lima tahun.
Pemerintah Kanada menilai bahwa kuota ini tetap kecil dibanding pasar domestik. Perdana Menteri Carney menyebut porsi itu sekitar 3 persen dari penjualan mobil tahunan Kanada, sehingga transisi industri berjalan bertahap. Di sisi lain, sebagian pemimpin provinsi menilai langkah itu membuka celah persaingan baru bagi pabrikan lokal.
Konteks kebijakan ini juga penting. Pemerintah Kanada sebelumnya mengikuti garis Washington dengan tarif tinggi pada EV China serta tarif 25 persen pada baja dan aluminium. China membalas kebijakan itu lewat tarif pada komoditas Kanada, termasuk canola oil dan canola meal. Ottawa kini membalik sebagian kebijakan, tetapi Ottawa tetap ingin mengendalikan dampak industrialnya.
Pemerintah Kanada ingin menekan harga kendaraan dan memperluas pilihan konsumen, tetapi pemerintah Kanada juga perlu menjaga kepastian investasi manufaktur. Karena itu, Ottawa mengikat narasi kuota dengan rencana investasi dan kerja sama industri, bukan liberalisasi penuh.
Investasi industri dan risiko pasar lintas batas
Pemerintah Kanada menempatkan investasi sebagai penyangga keputusan Tarif Kanada. Perdana Menteri Carney menyatakan bahwa kesepakatan ini mendorong investasi China pada sektor otomotif Kanada, sehingga Kanada bisa membangun kapasitas kendaraan masa depan. Namun, pelaku industri tetap menilai bahwa reaksi Amerika Serikat menjadi risiko terbesar.
Reuters menekankan bahwa rantai pasok otomotif lintas batas membuat eskalasi tarif mahal bagi kedua pihak. Produsen Amerika Serikat masih bergantung pada komponen yang bergerak bolak balik perbatasan. Karena itu, Ottawa perlu meyakinkan Washington bahwa kebijakan ini bersifat terbatas dan terukur.
Pemerintah Kanada menempatkan kunjungan Carney ke Beijing sebagai simbol perubahan arah. Pemerintah Kanada menyebut kunjungan itu sebagai kunjungan pertama seorang perdana menteri Kanada ke China sejak 2017. Pemerintah Kanada juga menekankan pilar kerja sama energi, teknologi bersih, dan perdagangan agripangan dalam kemitraan baru. Pemerintah Kanada menyatakan bahwa mereka menargetkan pelonggaran hambatan dagang pada beberapa produk pertanian.
Pemerintah Kanada juga menimbang agenda peninjauan USMCA yang akan datang. Pemerintah Kanada ingin menghindari ketegangan baru saat negosiasi berjalan, tetapi pemerintah Kanada juga ingin menunjukkan bahwa mereka punya opsi jika tekanan tarif berlanjut.
Canola, pangan, dan harga politik di Beijing
Komoditas canola memberi bentuk paling nyata pada paket kesepakatan ini, karena Tarif Kanada kini bertukar dengan tarif pertanian China. Sektor canola menopang pendapatan petani, pabrik pengolahan, dan ekspor Kanada. Data Canola Council of Canada menunjukkan bahwa produksi canola Kanada pada 2024 mencapai 19,2 juta ton metrik, dan industri menghasilkan sekitar 4,8 juta ton minyak canola dari proses pengolahan.
Pemerintah Kanada menempatkan akses ke pasar China sebagai kunci stabilitas harga domestik. Ketika tarif China menutup pasar, tekanan muncul di wilayah produsen utama seperti Saskatchewan. Karena itu, Ottawa membawa isu canola sebagai prioritas yang cepat terukur.
Dampak Tarif Kanada pada paket canola
Perdana Menteri Carney menyatakan bahwa Beijing akan menurunkan bea masuk canola seed dari sekitar 84 persen menjadi 15 persen pada 1 Maret 2026. Canola Council of Canada juga menyebut bahwa China akan menghapus tarif 100 persen atas canola meal pada tanggal yang sama, setidaknya sampai akhir tahun.
Kesepakatan ini tidak menutup semua celah. Global News menulis bahwa tarif 100 persen pada canola oil masih berlaku, sehingga pemulihan ekspor minyak canola tidak otomatis terjadi pada putaran pertama. Perbedaan ini penting karena rantai nilai canola memisahkan seed, oil, dan meal.
Reuters melaporkan bahwa seorang importir China membeli kargo canola Kanada seberat 60.000 ton metrik setelah kunjungan Carney. Reuters juga mencatat bahwa China masih menjalankan proses investigasi anti dumping, dan keputusan finalnya diperkirakan keluar sebelum 9 Maret 2026. Sinyal pembelian ini menunjukkan bahwa pelaku pasar mulai menguji jalur dagang yang sempat macet.
Rantai pasok dan bayang bayang ketergantungan
Pemerintah Kanada menilai kesepakatan ini sebagai bagian dari diversifikasi dagang, dan Tarif Kanada menjadi instrumen utamanya. Reuters menilai bahwa Kanada tetap sulit keluar cepat dari bayang bayang Amerika Serikat, karena porsi ekspor ke Amerika Serikat masih dominan. Namun, Ottawa ingin menggandakan ekspor non Amerika Serikat dalam 10 tahun.
Para ekonom memperingatkan risiko banjir impor jika Kanada bergerak terlalu cepat. Reuters mengutip kekhawatiran bahwa produsen China dapat membanjiri pasar Kanada pada banyak kategori barang. Risiko ini bisa memicu respons politik di dalam negeri.
Associated Press menilai bahwa tekanan tarif Trump pada sekutu dapat mendorong mereka mengambil kebijakan yang lebih longgar dari Washington. Jika pola itu menyebar, sistem dagang global dapat bergerak menuju perjanjian regional yang terfragmentasi.
Trump, perang opini, dan tekanan atas USMCA
Pemerintah Amerika Serikat menunjukkan bahwa tarif bisa berubah menjadi alat pengaruh dan simbol kedaulatan. Reuters menggambarkan situasi ini sebagai masa volatilitas yang mendorong negara negara mencari kesepakatan plurilateral. Pemerintah Kanada masuk ke fase ini saat Washington menekan industri Kanada lewat tarif pada beberapa sektor.
Ketegangan itu juga muncul di ranah opini publik. Pada 26 Oktober 2025, Presiden Trump menyatakan bahwa ia menaikkan tarif atas Kanada sebesar 10 persen, setelah sebuah iklan anti tarif dari Ontario tetap tayang di Amerika Serikat. Presiden Trump juga menyebut iklan itu sebagai tindakan bermusuhan.
Tarif Kanada bertemu perang opini publik
Presiden Trump menyampaikan ancaman tarif tambahan lewat unggahan di Truth Social, setelah iklan itu tayang pada pertandingan besar olahraga Amerika Serikat. Al Jazeera melaporkan bahwa pemerintah Amerika Serikat belum menjelaskan secara rinci kapan tarif baru itu berlaku dan produk apa saja yang terdampak. Namun, pesan politiknya jelas: Washington ingin menghentikan kampanye yang mereka anggap menyerang kebijakan tarif.
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menuduh Ontario menghabiskan hingga 75 juta dolar Kanada, atau sekitar 54 juta dolar AS, untuk iklan dan menyebutnya sebagai propaganda. Pemimpin Ontario mengatakan bahwa mereka akan menghentikan iklan, tetapi Presiden Trump tetap menganggap penayangan lanjutan sebagai pelanggaran komitmen. Konflik ini mempersempit ruang negosiasi dagang karena kedua pihak membawa isu tarif ke arena politik.
Pemerintah Amerika Serikat juga sensitif pada harga kendaraan. Reuters melaporkan bahwa pemerintah Trump menempatkan penurunan harga mobil sebagai agenda, sambil mengendurkan regulasi EV dan emisi. Data NADA mencatat bahwa penjualan light vehicle di Amerika Serikat pada 2025 mencapai 16,2 juta unit, sehingga kebijakan tarif mudah menyentuh basis pemilih yang luas.
Pelajaran bagi Indonesia di era tarif
Pemerintah Kanada menunjukkan pola negosiasi yang pragmatis. Pemerintah Kanada memakai kuota untuk mengendalikan risiko, lalu pemerintah Kanada menukar akses pasar dengan relief tarif komoditas yang sensitif. Pemerintah Kanada juga menjaga agar kesepakatan tetap terbatas, sehingga Ottawa bisa mengoreksi arah jika tekanan meningkat.
Pemerintah Indonesia dapat membaca pola ini sebagai peringatan dan peluang. Pemerintah Indonesia perlu menilai kapan tarif melindungi industri, dan kapan tarif menjadi bahasa politik yang memicu balasan. Pemerintah Indonesia juga perlu memetakan dampak perang tarif pada harga pangan, energi, dan investasi manufaktur.
Pemerintah Indonesia juga perlu menyiapkan skenario balasan dagang sejak awal. Pemerintah Indonesia dapat memperkuat ketahanan rantai pasok melalui diversifikasi pasar dan kontrak jangka panjang. Pemerintah Indonesia dapat memantau efek Tarif Kanada pada arus investasi Asia, agar kebijakan industri tetap adaptif.









