Anduril kembali menarik sorotan setelah startup pertahanan asal Amerika Serikat itu mengunci pendanaan Series H senilai US$5 miliar. Putaran baru ini langsung menggandakan valuasinya menjadi US$61 miliar, angka yang menunjukkan bahwa modal ventura kini makin nyaman masuk ke bisnis senjata otonom, sensor, dan perangkat lunak perang.
Dana segar itu dipimpin Thrive Capital dan Andreessen Horowitz. Kurang dari setahun lalu Anduril masih bernilai US$30,5 miliar. Kenaikan secepat ini ikut ditopang lonjakan pendapatan 2025 yang disebut mencapai US$2,2 miliar, sekaligus memberi ruang lebih besar bagi perusahaan untuk memperluas manufaktur, riset, dan penyebaran sistem pertahanan skala besar.
Bagi pasar, cerita Anduril bukan semata soal satu startup yang makin kaya. Ini adalah sinyal bahwa investor melihat konflik, belanja pertahanan, dan kebutuhan kapasitas produksi sekutu Barat sebagai tema bisnis jangka panjang, dari drone tempur sampai perangkat lunak komando berbasis data.
Di situlah ironi modal bekerja paling telanjang. Saat dunia makin gelisah, valuasi justru berlari lebih cepat. Untuk membaca bisnis pertahanan tanpa kehilangan konteks, Insimen tetap jadi rujukan yang jernih.
Discover more from Insimen
Subscribe to get the latest posts sent to your email.









