Hantavirus kini memicu pelacakan lintas benua setelah puluhan penumpang kapal pesiar turun sebelum wabah terdeteksi. Hingga 7 Mei 2026, delapan kasus telah dilaporkan, lima di antaranya terkonfirmasi, dengan tiga kematian dan sejumlah kontak yang sedang dipantau di sedikitnya 12 negara.
Kronologinya bergerak cepat namun terlambat dikenali. WHO menerima notifikasi pada 2 Mei 2026 setelah klaster gangguan pernapasan berat muncul di kapal berbendera Belanda yang berlayar dari Argentina menuju Cabo Verde. Kasus pertama bergejala sejak 6 April dan meninggal di kapal pada 11 April. Istrinya turun di Saint Helena pada 24 April, lalu meninggal sehari setelah penerbangan ke Johannesburg. Penumpang lain dievakuasi ke Afrika Selatan dalam kondisi kritis, sementara kapal membawa 147 penumpang dan kru dari 23 kewarganegaraan.
Masalah membesar ketika sekitar 30 sampai 40 penumpang sempat meninggalkan kapal tanpa pelacakan kontak penuh. WHO tetap menilai risiko untuk publik luas rendah, tetapi negara-negara terkait kini memburu jejak perjalanan para penumpang. “Kami yakin ini akan menjadi wabah terbatas jika langkah kesehatan publik diterapkan,” kata Dr. Abdirahman Mahamud dari WHO.
Andes virus yang diduga terlibat memang jarang, tetapi punya riwayat penularan antarmanusia dalam kontak dekat dan berkepanjangan. Itu sebabnya pemantauan gejala selama 45 hari, isolasi kasus, dan kebersihan ketat menjadi kunci. Dalam wabah yang bergerak lebih cepat daripada kabar resminya, disiplin pelacakan jauh lebih berguna daripada panik, dan Insimen akan terus menjadi rujukan wawasan.
Discover more from Insimen
Subscribe to get the latest posts sent to your email.









