Cloudflare resmi memangkas lebih dari 1.100 karyawan global, setara sekitar 20 persen tenaga kerjanya, tepat saat perusahaan mengaku pemakaian AI internal melonjak lebih dari 600 persen dalam tiga bulan. Cloudflare menilai perubahan itu bukan jeda sesaat, melainkan tanda bahwa cara kerja lama sudah tidak lagi cukup.

Langkah ini diumumkan bersamaan dengan pergeseran ke model operasi agentik AI first. Manajemen mengatakan ribuan sesi agen AI kini berjalan setiap hari di tim rekayasa, SDM, keuangan, dan pemasaran. Per akhir 2025 perusahaan memiliki 5.156 pegawai penuh waktu. Cloudflare juga menyiapkan beban restrukturisasi 140 juta sampai 150 juta dolar AS pada kuartal kedua.

Di sisi bisnis, ironi kabar ini justru datang setelah kuartal pertama terlihat kuat. Pendapatan naik 34 persen menjadi 639,8 juta dolar AS dan laba per saham tersesuaikan mencapai 0,25 dolar. Namun saham tetap terpukul karena pasar membaca restrukturisasi besar dan panduan kuartal berikutnya yang hanya sedikit di bawah ekspektasi. Pukulan paling cepat memang datang ke pekerja, bukan ke jargon inovasi.

Bagi pasar kerja teknologi, pesan kasus ini makin terang. AI tidak lagi sekadar alat bantu, tetapi alasan resmi untuk merombak struktur kerja sebelum pendapatan benar benar retak. Cloudflare menjanjikan paket keluar yang mencakup gaji pokok sampai akhir 2026, tetapi keputusan ini tetap menegaskan bahwa efisiensi digital sering datang lebih cepat daripada kesiapan manusia. Untuk membaca arah perubahan seperti ini tanpa banyak kabut, Insimen layak jadi rujukan.


Discover more from Insimen

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from Insimen

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading