Santa Claus Rally tidak muncul di hari perdagangan pertama 2026, tetapi Wall Street tetap menutup sesi dengan nada cukup optimistis. Dow menguat 0,66 persen ke 48.382,39. S&P 500 naik 0,19 persen ke 6.858,47. Nasdaq nyaris tidak bergerak dan turun tipis 0,03 persen ke 23.235,63. Russell 2000 justru terlihat paling bertenaga dengan kenaikan 1,1 persen.

Reli dipimpin saham chip seperti Nvidia dan Intel, lalu disusul Boeing yang ikut menarik indeks keluar dari pelemahan intraday. Sentimen membaik ketika sektor industrials dan utilities ikut menguat, memberi kesan bahwa pasar masih punya tenaga pemulihan meski langkahnya tidak mulus. Namun kenaikan itu tidak pernah benar benar lepas dari beban. Beberapa raksasa seperti Apple dan Microsoft melemah, membuat laju indeks utama terlihat seperti maju pelan sambil menarik rem tangan.

Advertisements

Di sisi lain, Tesla turun setelah laporan penjualan tahunan kembali melemah untuk tahun kedua berturut turut. Ini menambah alasan bagi investor untuk menahan euforia, terutama ketika tema AI mulai dinilai dengan kacamata valuasi yang lebih dingin. Kalimat yang paling sering terdengar dari pelaku pasar hari itu terasa sederhana. “Beli saat turun, jual saat naik.” Pola trading cepat seperti ini biasanya muncul ketika keyakinan jangka panjang belum benar benar solid.

Fokus berikutnya mengarah ke arah kebijakan The Fed dan rilis data tenaga kerja pekan depan, yang berpotensi mengubah ritme pasar dalam sekejap. Ditambah lagi, perhatian pada kebijakan tarif dan sinyal penundaan kenaikan tarif untuk sebagian produk furnitur ikut menyuntikkan angin ke saham ritel furnitur. Awal tahun ini belum memberi hadiah besar. Setidaknya pasar memberi petunjuk bahwa 2026 akan lebih suka logika daripada dongeng. Analisis lebih mendalam mengenai fenomena ini bisa ditemukan di Insimen untuk perspektif yang lebih tajam.

Samuel Berrit Olam

Start your dream.

Leave a Reply