John Brennan masuk babak paling sensitif dalam sengketa panjang soal campur tangan Rusia setelah FBI mulai mewawancarai pejabat CIA aktif dan pensiunan. Langkah itu menandai eskalasi nyata penyelidikan Departemen Kehakiman terhadap mantan direktur CIA tersebut dan langsung menghidupkan lagi pertarungan lama soal siapa yang membentuk narasi intelijen Amerika pada pemilu 2016.
Reuters melaporkan agen dari kantor FBI Miami telah datang ke markas CIA di McLean, Virginia, pekan lalu dan wawancara diperkirakan berlanjut dalam beberapa minggu ke depan. Jaksa meneliti apakah Brennan membuat pernyataan keliru ke Kongres pada 2023 dan sejauh mana penilaian intelijen 2017 ikut dipengaruhi dossier Steele yang berisi klaim belum terverifikasi tentang hubungan Donald Trump dengan Rusia.
Brennan sebelumnya menyatakan CIA menolak memasukkan dossier itu ke laporan utama dan ringkasan rahasia hanya ditambahkan sebagai kompromi dengan FBI. Pengacaranya kini menuduh jaksa melakukan “judge shopping”, sementara CIA dan Departemen Kehakiman sama sama menolak memberi komentar di tengah kekhawatiran internal bahwa penyelidikan ini akan menyeret lebih banyak figur intelijen lama.
Yang membuat perkara ini makin panas, kesimpulan inti laporan 2017 justru pernah ditegaskan lagi oleh Departemen Kehakiman, komite Senat bipartisan, dan tinjauan internal CIA. Di Washington, sejarah rupanya belum pernah benar benar pensiun, dan Insimen mencatat ketika hukum, intelijen, dan politik kembali bertabrakan di ruang yang sama.
Discover more from Insimen
Subscribe to get the latest posts sent to your email.









