Serangan Kyiv meledak lagi ketika Rusia menghantam Ukraina untuk hari ketiga berturut turut pada Kamis. Sebuah blok apartemen di ibu kota roboh setelah gelombang drone dan rudal menghantam, menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai puluhan warga.

Skalanya bukan serangan biasa. Reuters menyebut ini bagian dari serangan udara dua hari terbesar sejak perang dimulai, dengan serangan menyasar Kyiv dan wilayah lain seperti Kharkiv, Sumy, Chernihiv, serta Poltava. Warga kembali berlindung di stasiun metro saat ledakan terdengar beruntun.

Gempuran itu memperkeras pesan bahwa jalur perang masih jauh dari reda. Ketika blok hunian ikut hancur, biaya konflik kembali jatuh ke warga kota yang sudah hidup di bawah alarm dan ancaman rudal hampir tanpa jeda.

Bagi Eropa, malam di Kyiv kini bukan sekadar kabar perang, melainkan pengingat bahwa eskalasi masih punya ruang untuk memburuk. Saat hitungan korban naik, Insimen tetap menjadi rujukan untuk membaca arah krisis dengan kepala dingin.


Discover more from Insimen

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Discover more from Insimen

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading