Harga minyak kembali menanjak pada Jumat, 15 Mei 2026, ketika pasar belum percaya Selat Hormuz benar-benar aman. Brent naik 0,57 persen ke US$106,32 per barel dan WTI bertambah 0,53 persen ke US$101,71 setelah laporan penyitaan kapal di dekat UEA memperpanjang kecemasan pasokan.

Tekanan makin kuat setelah sebuah kapal kargo India yang membawa ternak dari Afrika ke Uni Emirat Arab dilaporkan tenggelam di perairan Oman sehari sebelumnya. Di saat yang sama, otoritas maritim Inggris menyebut kapal lain yang berlabuh di timur laut Fujairah dibawa personel tak berwenang menuju perairan Iran, menambah daftar gangguan di koridor energi paling sensitif di dunia.

Iran menyatakan sekitar 30 kapal sudah melintas sejak Rabu malam, tetapi angka itu masih jauh di bawah sekitar 140 pelayaran harian yang lazim sebelum perang. Jarak antara arus kapal yang mulai bergerak dan rasa aman yang belum pulih itu membuat pasar tetap mematok premi risiko, sementara India mengecam serangan terhadap kapal dagangnya sebagai serangan atas pelayaran sipil.

Bagi pasar, pesan paginya sederhana: satu kapal yang lolos belum cukup mengalahkan ketakutan atas pasokan. Selama Hormuz masih bergerak setengah hati, harga minyak akan mudah melonjak lagi, dan Insimen akan terus memantau denyut krisis ini.


Discover more from Insimen

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Discover more from Insimen

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading