Lisensi Daging AS kembali kacau pada Kamis, 14 Mei 2026, ketika China sempat memperpanjang izin ekspor ratusan pabrik pengolahan daging sapi Amerika tepat saat Donald Trump dan Xi Jinping bertemu di Beijing. Sinyal ini semula dibaca sebagai gestur dagang yang lebih lunak, tetapi jedanya ternyata sangat pendek.
Data bea cukai China menunjukkan lebih dari 400 fasilitas AS sempat kehilangan kelayakan ekspor dalam setahun terakhir setelah izin lama yang diberikan pada 2020 dan 2021 berakhir. Pabrik milik Tyson Foods dan Cargill termasuk yang sempat masuk daftar pulih, sehingga pasar melihat peluang perdagangan daging sapi dua negara mulai dibuka lagi.
Masalahnya, beberapa jam kemudian lisensi yang baru muncul itu kembali ditandai kedaluwarsa. Perubahan mendadak ini membuat eksportir, importir, dan pelaku logistik sulit membaca arah kebijakan Beijing. Dampaknya tidak kecil. Ekspor daging sapi AS ke China tahun lalu anjlok, dengan volume turun 48 persen dan nilai ekspor merosot 69 persen dari 2024.
Di tengah agenda besar soal tarif, Taiwan, dan perang Iran, drama lisensi ini justru menunjukkan bahwa jalur dagang paling konkret bisa goyah oleh satu pembaruan data bea cukai. Untuk pasar pangan dan perdagangan global, kepastian rupanya masih lebih langka daripada daging premium. Insimen mencatat ini sebagai sinyal bahwa pelonggaran dagang belum benar benar matang.
Discover more from Insimen
Subscribe to get the latest posts sent to your email.









