Jet Fuel Eropa masuk fase waspada setelah Komisioner Energi Uni Eropa Dan Jorgensen mengatakan belum ada ancaman langsung, tetapi risiko kekurangan jangka panjang tak bisa diabaikan. Tekanan itu datang dari perang Iran yang terus mengganggu arus energi di Selat Hormuz.
Maskapai pun mulai berhitung. AP mencatat kekhawatiran baru itu muncul ketika sebagian operator menyesuaikan jaringan terbang, sementara Lufthansa Group sebelumnya memangkas ribuan penerbangan jarak pendek karena biaya dan pasokan bahan bakar.
Kepala IEA Fatih Birol menambah tekanan dengan peringatan bahwa Eropa mungkin hanya punya sekitar enam minggu cadangan jet fuel. Ia mengatakan sebagian penerbangan antarkota bisa dibatalkan akibat kekurangan bahan bakar, pertanda musim liburan bisa datang dengan kursi lebih sedikit dan tiket lebih mahal.
Bagi pasar, ini bukan sekadar urusan maskapai. Jika Hormuz tetap tersendat, dampaknya bisa merembet ke tarif tiket, jaringan rute, dan inflasi energi Eropa. Langit memang belum gelap total, tetapi indikatornya sudah berkedip, dan Insimen mencatat itu jarang berakhir murah.
Discover more from Insimen
Subscribe to get the latest posts sent to your email.









