M-Pajak kini membawa dua pembaruan yang DJP siapkan untuk mempercepat urusan administrasi pajak lewat ponsel. DJP menambahkan fitur Aktivasi Akun Coretax dan fitur Pembuatan Kode Otorisasi DJP, yang biasa disebut KO DJP.

Langkah ini menegaskan arah layanan pajak yang makin bergeser ke kanal digital. DJP mendorong proses yang lebih cepat, lebih ringkas, dan lebih mudah dijangkau, terutama untuk wajib pajak orang pribadi yang ingin mengurus kebutuhan dasar tanpa datang ke kantor pajak.

Alt text gambar: Aktivasi Akun Coretax Di M-Pajak

Dua Fitur Baru M-Pajak Dibuka Untuk WP Orang Pribadi

DJP menempatkan pembaruan ini sebagai jalur praktis untuk layanan yang sebelumnya sering terasa memakan waktu. Pengguna bisa mengurus proses penting dari smartphone selama data verifikasi pengguna sesuai.

Di sisi lain, pembaruan ini juga mengurangi ketergantungan pada layanan tatap muka. DJP tetap menuntut kecocokan data, tetapi DJP memberi akses yang lebih cepat lewat aplikasi yang sudah banyak dipakai.

Aktivasi Akun Coretax Di M-Pajak

DJP menambahkan fitur aktivasi akun Coretax langsung di M-Pajak untuk memudahkan pengguna individu. Pengguna menjalankan aktivasi dari ponsel, lalu pengguna melanjutkan proses sesuai tahap verifikasi yang tersedia.

Fitur ini memberi manfaat yang terasa sederhana tetapi penting. Pengguna mempercepat proses aktivasi, pengguna menghindari antrean, dan pengguna menjalankan proses kapan saja selama aplikasi tersedia.

Selain itu, DJP menempatkan aktivasi sebagai pintu masuk layanan Coretax. Pengguna yang ingin memakai layanan dalam ekosistem Coretax perlu aktivasi akun lebih dulu, lalu pengguna bisa melanjutkan kebutuhan administrasi digital berikutnya.

Pembuatan KO DJP Dari Aplikasi

DJP juga menambahkan fitur pembuatan KO DJP di dalam aplikasi. KO DJP berfungsi sebagai kode otorisasi yang dibutuhkan dalam beberapa proses perpajakan digital.

Sebelumnya, pengguna sering menganggap otorisasi sebagai langkah tambahan yang merepotkan. Sekarang pengguna membuat KO DJP langsung dari M-Pajak, lalu pengguna memakai kode itu untuk proses yang membutuhkan otorisasi.

Perubahan ini membuat alur terasa lebih ringkas. Pengguna mengurangi perpindahan kanal, pengguna menghemat waktu, dan pengguna mendapat akses layanan digital pajak dengan langkah yang lebih praktis.

Siapa Yang Bisa Dan Tidak Bisa Mengakses

DJP mengarahkan fitur Aktivasi Akun Coretax di M-Pajak untuk wajib pajak orang pribadi. DJP menempatkan fokus ini pada pengguna individu, bukan pada seluruh kategori wajib pajak.

DJP juga menyebut dua kategori yang tidak termasuk. DJP mengecualikan warisan belum terbagi, dan DJP mengecualikan Warga Negara Asing dari aktivasi akun lewat aplikasi.

Pembatasan ini membuat ruang lingkup fitur menjadi jelas. Pengguna yang masuk kategori pengecualian perlu memakai jalur layanan lain yang sesuai, karena aplikasi tidak membuka akses aktivasi untuk dua kategori tersebut.

Coretax Menjadi Sistem Inti Administrasi Pajak

Coretax berperan sebagai sistem inti administrasi perpajakan yang lebih baru dan lebih terintegrasi. DJP memakai sistem ini untuk mendukung layanan pajak yang serba digital dan terhubung.

Di sisi lain, sistem yang terintegrasi tetap membutuhkan identitas yang terverifikasi. DJP menempatkan aktivasi akun sebagai langkah awal, supaya layanan di ekosistem Coretax bisa berjalan sesuai kendali akses yang DJP terapkan.

Aktivasi Coretax Membuka Akses Layanan Digital

DJP menautkan kebutuhan layanan digital dengan status akun yang aktif. Pengguna yang ingin memakai layanan Coretax perlu menyelesaikan aktivasi akun terlebih dahulu.

Langkah aktivasi ini menjawab kebutuhan dasar, yaitu memastikan DJP mengenali pengguna secara sah. Setelah akun aktif, pengguna bisa bergerak lebih cepat saat pengguna membutuhkan proses digital yang berhubungan dengan administrasi pajak.

Sementara itu, DJP menegaskan tujuan yang praktis. DJP ingin pengguna mengurus kebutuhan administrasi lebih cepat lewat ponsel, sehingga pengguna tidak perlu datang ke kantor pajak untuk proses yang bisa pengguna jalankan sendiri.

Advertisements

M-Pajak Menyediakan Jalur Verifikasi Tambahan

M-Pajak menyiapkan jalur lanjutan saat pengguna lupa email atau nomor telepon yang dulu terdaftar. Aplikasi tetap membuka proses aktivasi, tetapi aplikasi meminta verifikasi tambahan sebelum pengguna melanjutkan.

Skema ini mencegah proses berhenti di tengah jalan. Pengguna tetap punya jalan, selama pengguna bisa membuktikan identitas melalui tahapan verifikasi yang aplikasi sediakan.

Namun, DJP tetap menuntut kecocokan identitas sebagai syarat utama. Pengguna perlu melewati pemeriksaan identitas dulu, lalu pengguna baru bisa menyelesaikan aktivasi akun Coretax.

Hal Yang Perlu Dipahami Sebelum Memulai

DJP menjelaskan fungsi dan manfaat fitur, tetapi DJP belum memaparkan alur layar per layar. DJP juga belum menjelaskan versi minimum aplikasi dan detail alur verifikasi secara rinci dalam informasi ini.

Kondisi ini membuat pengguna perlu mengecek menu secara langsung di aplikasi. Pengguna yang sudah memperbarui M-Pajak bisa melihat fitur baru, lalu pengguna mengikuti petunjuk yang tersedia di dalam aplikasi.

Di sisi lain, ketidaklengkapan detail teknis tidak mengubah inti manfaat. DJP tetap memberi akses yang lebih cepat, tetapi pengguna perlu menyiapkan waktu untuk menelusuri menu saat pengguna pertama kali memakai fitur.

Pengguna Diminta Mengutamakan Kanal Resmi

DJP menekankan pentingnya penggunaan aplikasi resmi untuk menghindari risiko. Pengguna yang memasang aplikasi dari sumber tidak jelas bisa menghadapi penipuan, atau pengguna bisa mengalami kebocoran data pribadi.

Selain itu, kanal resmi membantu pengguna mendapat pembaruan fitur secara tepat. Pengguna yang memperbarui lewat toko aplikasi resmi biasanya mendapat versi terbaru yang memuat fitur Aktivasi Akun Coretax dan pembuatan KO DJP.

Update M-Pajak Melalui Play Store Dan App Store

Pengguna disarankan mengunduh atau memperbarui M-Pajak lewat kanal resmi. Pengguna Android memakai Google Play Store, sedangkan pengguna iPhone dan iPad memakai App Store.

Jika pengguna sudah memasang aplikasi sebelumnya, pengguna cukup melakukan pembaruan. Setelah pembaruan, aplikasi menampilkan fitur baru, lalu pengguna bisa mulai memakainya.

Langkah pembaruan ini juga menekan risiko versi yang tertinggal. Pengguna yang memakai versi lama berpotensi tidak melihat menu baru, sehingga pengguna mengira fitur belum tersedia.

Waspada Aplikasi Palsu Dan Risiko Data

Pengguna perlu bersikap hati hati saat pengguna mencari aplikasi pajak. Aplikasi palsu sering meniru nama dan tampilan, lalu aplikasi palsu meminta data yang berbahaya bagi pengguna.

Risiko yang paling sering muncul adalah penipuan dan kebocoran data pribadi. Pengguna bisa kehilangan akses akun, atau pengguna bisa mengalami penyalahgunaan identitas jika pengguna memasukkan data pada aplikasi yang salah.

Karena itu, pengguna perlu memeriksa pengembang aplikasi dan kanal unduh. Pengguna juga perlu menghindari tautan yang tidak jelas sumbernya, terutama tautan yang meminta instalasi di luar toko aplikasi resmi.

Detail Teknis Masih Terbatas, Pengguna Perlu Cek Menu

Informasi ini menonjolkan fungsi dan manfaat, bukan panduan teknis yang lengkap. Pengguna belum mendapat rincian langkah yang benar benar granular dari awal sampai akhir.

Situasi ini membuat pengalaman pengguna bisa berbeda, tergantung kondisi data dan tahap verifikasi. Pengguna tetap perlu mengikuti instruksi yang muncul di aplikasi setelah pembaruan.

Namun, arah kebijakan tetap terlihat jelas. DJP menambah fitur di M-Pajak untuk mempercepat layanan administrasi pajak bagi wajib pajak orang pribadi, selama pengguna memakai aplikasi resmi dan pengguna lolos verifikasi data.

Pada akhirnya, dua fitur baru di M-Pajak memberi jalur yang lebih praktis untuk aktivasi akun Coretax dan pembuatan KO DJP. Pengguna bisa mengurus kebutuhan dasar dari ponsel, lalu pengguna menghemat waktu tanpa datang ke kantor pajak. Kalau kamu mau lanjut, kamu bisa baca artikel terkait lain di Insimen yang membahas panduan praktis menu pajak digital.

Leave a Reply