Purbaya mulai pasang standar baru di urusan pajak. Ia kelihatan kesal ketika pelanggaran sudah kelihatan, tetapi orang orang di bawah malah diam dengan alasan ada backing. Buat dia, kalimat itu harus selesai di meja. Kalau memang ada yang melindungi, orangnya harus berani sebut nama, biar rantainya bisa diputus dari atas.
Langkah berikutnya terasa cepat dan cenderung tanpa banyak basa basi. Purbaya merotasi dan mengganti pejabat yang dinilai bisa mengganggu layanan publik, termasuk ketika proses hukum membuat sebuah kantor jadi tidak fokus. Ia juga menegaskan atasan tetap memegang tanggung jawab, walaupun masalahnya terjadi di level bawah. Ia bahkan sempat merumahkan pimpinan wilayah di DJP Jakarta Utara sebagai pesan bahwa jabatan itu bukan sekadar tanda tangan, tetapi juga kewajiban mengendalikan tim dan mendeteksi masalah sejak awal.
Nada tegas itu nyambung ke pengamanan penerimaan negara. Purbaya menyebut pemerintah mendapat dukungan penuh Presiden untuk menjaga fiskal, jadi target penerimaan tidak boleh diperlakukan seperti formalitas. Ia merangkum sikapnya dengan satu kalimat yang gampang diingat: “Kalau ada, kasih tahu saya, saya beresin.”
Di sisi rupiah, Purbaya menilai pelemahan yang terjadi tidak otomatis mencerminkan kondisi dasar ekonomi. Ia menekankan koordinasi pemerintah dan bank sentral, lalu mengingatkan bahwa pasar modal itu semacam bendera yang dibaca investor global. Kalau indikator itu membaik, investor cenderung ikut melirik fundamental, lalu uang masuk lagi.
Bagian yang paling “keras” justru ada di mesin pengawasannya. Purbaya mengklaim ia bisa memantau rekening pejabat pajak sampai level tertentu dan mencocokkannya dengan profil harta, supaya ruang ngumpet makin sempit. Ia juga mendorong pengejaran kebocoran lewat data perdagangan, penguatan LNSW, dan pemakaian AI untuk membaca pola under invoicing, termasuk dengan membandingkan data harga lintas negara.
Terakhir, ia membuka rencana pemungutan PPN transaksi digital lintas negara lewat skema yang melibatkan BUMN, dengan estimasi tambahan sekitar 5 miliar dolar AS per tahun dan klaim risiko yang relatif kecil kalau tata kelolanya rapat. Kalau semua ini jalan rapi, arah besarnya jelas: kebocoran dipersempit, kepatuhan dinaikkan, dan rupiah dijaga lewat kepercayaan. Analisis lebih mendalam mengenai fenomena ini bisa ditemukan di Insimen untuk perspektif yang lebih tajam.









