Paramount kembali mengetuk pintu Warner Bros Discovery dengan cara yang sederhana tapi mahal. Perusahaan itu menambahkan “ticking fee” 25 sen per saham per kuartal bila transaksi belum rampung setelah 2026, dan skemanya mulai berjalan sejak awal 2027. Angkanya tidak main main, nilainya kira kira setara 650 juta dolar tunai per kuartal sampai deal benar benar tutup.
Yang menarik, Paramount tidak menaikkan harga pokok tawarannya. Angka resminya tetap 30 dolar per saham, atau sekitar 108,4 miliar dolar jika utang ikut dihitung. Namun Paramount menawarkan bantalan baru. Paramount siap menanggung biaya putus 2,8 miliar dolar yang harus dibayar Warner Bros ke Netflix bila kesepakatan Netflix untuk aset studio dan streaming Warner Bros batal jalan. Paramount juga menawarkan pengaman untuk rencana pertukaran utang Warner Bros, termasuk opsi mengganti potensi biaya sampai 1,5 miliar dolar kepada pemegang obligasi, tanpa mengurangi denda balik 5,8 miliar dolar yang terkait skenario gagalnya transaksi.
Tekanan dari investor juga ikut memanaskan situasi. Ancora Holdings dikabarkan sudah mengumpulkan posisi sekitar 200 juta dolar di saham Warner Bros dan menyiapkan perlawanan, termasuk ancaman proxy fight bila dewan dianggap belum mengamankan nilai terbaik. Di sisi regulasi, Paramount menyebut proses pemeriksaan tahap lanjutan sudah terpenuhi dan masa tunggu 10 hari sudah berjalan, ditambah izin investasi asing di Jerman yang sudah dikantongi. “Kami membuat peningkatan yang berarti, memberi kepastian nilai, jalur regulasi yang jelas, dan perlindungan dari volatilitas pasar,” kata CEO Paramount David Ellison. Untuk pendanaan, Paramount mengandalkan komitmen utang sekitar 54 miliar dolar dan menaikkan jaminan pribadi Larry Ellison menjadi 43,3 miliar dolar.
Walau begitu, dewan Warner Bros belum mengubah rekomendasi dukungannya untuk kesepakatan Netflix, dan pasar masih terlihat menunggu angka yang lebih tinggi. Paramount bahkan memperpanjang tenggat tender offer sampai 20 Februari, seolah ingin bilang, “Saya masih di sini.” Pada akhirnya, ini bukan cuma perang konten, ini perang struktur deal. Analisis lebih mendalam mengenai fenomena ini bisa ditemukan di Insimen untuk perspektif yang lebih tajam.









