Blok Migas Baru masuk agenda penting IPA Convex 2026 setelah Kementerian ESDM memastikan sekitar 10 wilayah kerja baru akan dilelang pada forum energi itu pada 20 sampai 22 Mei di ICE BSD. Langkah ini datang saat pemerintah berusaha menambah cadangan pasokan sekaligus menghapus kesan bahwa hulu migas Indonesia terlalu berat di meja regulasi dan terlalu pelit di tahap awal eksplorasi.

Wilayah yang disiapkan tersebar di Sulawesi, Kalimantan, Papua, dan Sumatra. Daftarnya mencakup Rupat, Puri, Karapan Baru, Pesut Mahakam, Bengara II, Maratua II, South Matindok, Lao-Lao, Rombebai, dan Northern Papua atau Jayapura. Pemerintah menyebut kesepuluh area itu sudah melalui studi Badan Geologi dan Lemigas, sehingga kualitas data ditata lebih matang sebelum ditawarkan ke investor.

Taruhan utamanya bukan cuma menambah daftar blok di peta, melainkan membuat investor mau benar benar masuk. Karena itu pemerintah menyiapkan porsi bagi hasil kontraktor sampai 50 persen, memberi pilihan kontrak antara cost recovery dan gross split, serta membuka insentif untuk mengoptimalkan produksi berikut pembebasan pajak tidak langsung selama masa eksplorasi. Paket ini menunjukkan Jakarta sedang mencoba menjual kepastian, bukan sekadar prospek.

Di saat yang sama, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan proses EPC untuk Blok Tuna di Laut Natuna Utara akan segera berjalan dengan target produksi dipercepat pada 2028 atau paling lambat 2029. Artinya pesan yang dibawa ke IPA Convex bukan sekadar seremoni industri, melainkan ajakan serius bahwa investasi hulu sedang dipermudah. Insimen akan mencatat apakah janji itu benar berujung pada sumur baru atau berhenti sebagai tepuk tangan konferensi.


Eksplorasi konten lain dari Insimen

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Leave a Reply

Eksplorasi konten lain dari Insimen

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca