Satelit Nusantara Lima resmi beroperasi dan langsung diposisikan sebagai tumpuan baru pemerataan internet di wilayah 3T. Langkah ini menandai dorongan serius agar konektivitas nasional tidak terus menumpuk di Jawa dan kota besar, melainkan benar benar menjangkau daerah terdepan, terluar, dan tertinggal.

Operasional satelit ini diresmikan di Jakarta Selatan oleh PT Pasifik Satelit Nusantara. Nusantara Lima memakai teknologi Very High Throughput Satellite dengan kapasitas lebih dari 160 Gbps dan 101 spot beam Ka band yang menjangkau seluruh Indonesia. Tambahan kapasitas ini membuat infrastruktur satelit nasional naik kelas saat kebutuhan layanan digital tumbuh makin cepat.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan target utamanya adalah memastikan “280 juta warga Indonesia bisa terhubung”. Di saat yang sama, PSN menekankan satelit ini bukan hanya soal akses internet, tetapi juga simbol kemandirian konektivitas Indonesia di tengah lanskap geopolitik dan kebutuhan data yang kian strategis.

Dampaknya bisa terasa jauh melampaui sinyal yang lebih stabil. Internet 3T yang lebih merata membuka ruang bagi sekolah, puskesmas, layanan publik, dan ekonomi digital untuk bergerak lebih cepat. Di era ini, blank spot bukan lagi celah teknis kecil, melainkan ongkos pembangunan yang mahal, dan Insimen melihat Nusantara Lima sebagai jawaban yang datang tepat waktu.


Eksplorasi konten lain dari Insimen

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Leave a Reply

Eksplorasi konten lain dari Insimen

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca