Fintech kembali jadi bahan obrolan pasar pada Selasa, 3 Februari 2026, saat dua nama besar mendapat upgrade analis tetapi pergerakan sahamnya tidak kompak. SoFi Technologies dan Affirm Holdings sama sama diposisikan sebagai peluang beli, sementara investor tetap menimbang valuasi dan risiko kebijakan.
J.P. Morgan menaikkan rekomendasi SoFi menjadi Overweight dari Neutral, sambil mempertahankan target harga 31 dolar. Bank itu menilai target tersebut memberi potensi kenaikan lebih dari 40 persen dari level saat artikel terbit. Masalahnya, saham SoFi baru saja turun sekitar 10 persen sejak rilis kinerja kuartal empat pada Jumat, 30 Januari 2026, setelah ekspektasi pasar terlanjur tinggi sebelum laporan keluar. Ada juga faktor ketidakpastian dari usulan Donald Trump soal batas bunga kartu kredit 10 persen untuk masa satu tahun. Di sisi bisnis, SoFi tetap mendorong strategi ekosistem lewat visi “one stop shop” yang menggabungkan layanan bank, pinjaman, dan investasi. J.P. Morgan menilai pertumbuhan anggota dan dana simpanan berjalan kencang, dengan portofolio pinjaman yang mendekati 40 miliar dolar. Namun pasar juga melihat label premium, karena SoFi diperdagangkan sekitar 36 kali forward earnings, jauh di atas patokan 22 kali untuk S&P 500. Sahamnya ditutup sedikit di bawah 22 dolar pada hari itu.
Morgan Stanley juga menaikkan rekomendasi Affirm menjadi Overweight dari Equal Weight, dan menyebutnya aset fintech paling menarik dalam cakupan mereka. Firma itu menyorot program promosi “0 persen APR” yang ditanggung merchant, karena fitur ini membuat Affirm tampak berbeda di pasar BNPL. Morgan Stanley memang menurunkan target harga menjadi 76 dolar dari 83 dolar, tetapi mereka masih melihat potensi kenaikan lebih dari 20 persen. Saham Affirm justru turun sekitar 0,5 persen pada hari yang sama, saat investor mencerna ulang kekhawatiran perlambatan BNPL yang menurut mereka belum terbukti.
Katalis yang paling disukai analis untuk Affirm datang dari jalur kemitraan. FIS mengumumkan kerja sama pada Februari 2025 dan memasang fitur BNPL Affirm langsung ke platform pemrosesan kartu debit. Fiserv juga membuka pintu distribusi lewat program kartu debit lembaga keuangan. Morgan Stanley melihat satu bank besar saja bisa memberi lonjakan pengguna dan volume transaksi jika bank itu berpindah dari teknologi lama ke solusi yang melibatkan Affirm.
Kesimpulannya sederhana. Harga sudah terkoreksi, analis melihat ruang upside, dan pasar tetap minta bukti. Analisis lebih mendalam mengenai fenomena ini bisa ditemukan di Insimen untuk perspektif yang lebih tajam.









