Copilot Checkout menjadi penanda baru ketika belanja digital bergeser dari pencarian ke percakapan. PayPal mengumumkan kolaborasi dengan Microsoft untuk mendukung peluncuran fitur tersebut di Copilot, agar pengguna dapat menyelesaikan transaksi tanpa keluar dari pengalaman chat.

Rilis yang berlokasi di San Jose, California, pada 8 Januari 2026, menempatkan integrasi ini dalam kategori produk, inovasi, dan kecerdasan buatan. PayPal memosisikan langkah itu sebagai bagian dari strategi yang menyiapkan merchant dan konsumen menghadapi era belanja berbasis AI.

Di tengah persaingan asisten AI yang makin agresif, pembayaran menjadi titik yang menentukan. Tanpa pembayaran yang ringkas, percakapan sering berhenti di rekomendasi. Dengan Copilot Checkout, PayPal dan Microsoft mencoba menutup celah tersebut.

Copilot Checkout memindahkan pembayaran ke dalam percakapan

Perusahaan teknologi sudah lama menguji belanja dalam chat, tetapi transaksi sering terputus ketika pengguna harus membuka situs lain. Model lama itu membuat niat belanja melemah, lalu pengguna menunda keputusan. Microsoft dan PayPal kini menempatkan transaksi sebagai bagian dari alur percakapan.

PayPal menegaskan bahwa integrasi ini membuat pengguna dapat menemukan produk, menentukan pilihan, lalu membayar di Copilot. PayPal juga menekankan bahwa komponen transaksi utama mulai tersedia melalui permukaan Copilot, sehingga proses belanja terasa lebih utuh.

[Gambar] Ilustrasi belanja di Copilot dengan tombol bayar PayPal.
Alt text: Copilot Checkout

Copilot Checkout mulai tersedia di Copilot

Peluncuran awal Copilot Checkout berfokus pada pengalaman pengguna yang sederhana. Pengguna membuka Copilot, lalu menelusuri hasil belanja yang sudah dikurasi. Copilot menggunakan AI untuk menangkap konteks, termasuk preferensi dan tujuan belanja, sebelum sistem menampilkan pilihan yang relevan.

Setelah pengguna menentukan produk, Copilot mengarahkan pengguna ke langkah pembayaran yang tetap berada di alur percakapan. Pendekatan ini mengurangi kebutuhan untuk membuat keranjang belanja di situs terpisah. Dengan begitu, pengguna tidak perlu mengulang pencarian dan detail produk.

Pada tahap awal, PayPal menempatkan implementasi di permukaan Copilot terlebih dahulu. PayPal menyiapkan ruang untuk ekspansi ke perangkat dan kanal Copilot yang lebih luas. Ekspansi ini berpotensi membuat alur belanja hadir di lebih banyak konteks, seperti perangkat kerja dan perangkat mobile.

Perubahan ini juga menuntut ketelitian pada detail produk, ketersediaan stok, dan ketepatan harga. Jika data tidak konsisten, AI dapat menampilkan rekomendasi yang keliru. Risiko ini membuat integrasi pembayaran harus berjalan beriringan dengan integrasi katalog.

PayPal mengisi fungsi inti transaksi

PayPal menjalankan beberapa fungsi yang biasanya tersebar pada banyak sistem. PayPal menampilkan ketersediaan inventori merchant di dalam Copilot, sehingga pengguna melihat status produk lebih cepat. PayPal juga menyediakan branded checkout agar identitas merek merchant tetap terlihat pada tahap yang paling sensitif.

Selain itu, PayPal menyediakan guest checkout untuk pengguna yang ingin membayar tanpa proses akun yang panjang. PayPal juga menerima pembayaran kartu kredit dalam alur tersebut, sehingga pengguna tidak bergantung pada satu metode bayar saja. Pendekatan ini menargetkan friksi yang sering muncul pada proses pembayaran.

PayPal menambahkan opsi pendanaan yang lebih luas, termasuk dompet PayPal. PayPal juga menonjolkan perlindungan penjual dan pembeli untuk transaksi yang memenuhi syarat. Namun, PayPal tetap menegaskan bahwa batasan berlaku dan syarat tetap berjalan.

Pernyataan eksekutif PayPal menekankan dua kata kunci, yaitu kelancaran dan keandalan. Michelle Gill dari PayPal menyatakan bahwa kolaborasi ini membantu merchant dan konsumen pada pengalaman belanja berbasis AI. Ia juga menekankan transaksi yang mulus dan dapat diandalkan di dalam Copilot.

Merchant mengejar konversi di era belanja berbasis AI

Belanja berbasis AI memberi merchant peluang baru, tetapi juga menambah kompetisi. Merchant tidak hanya bersaing di iklan dan etalase, tetapi juga bersaing dalam jawaban yang dihasilkan AI. Karena itu, titik konversi menjadi pusat perhatian, terutama ketika pengguna sudah berada dalam fase membandingkan.

PayPal menyatakan bahwa merchant dapat bertemu calon pembeli saat calon pembeli aktif memutuskan pembelian. PayPal juga menilai bahwa perpindahan aplikasi sering menjadi penghambat utama. Melalui Copilot Checkout, PayPal dan Microsoft mencoba menghilangkan hambatan itu.

Copilot Checkout menekan friksi pembelian

Dalam alur belanja konvensional, pengguna sering melewati terlalu banyak langkah. Pengguna membuka banyak tab, membandingkan spesifikasi, lalu pindah ke halaman pembayaran. Setiap perpindahan memberi kesempatan bagi pengguna untuk berhenti.

Copilot Checkout menargetkan momen ketika pengguna sudah memiliki niat yang jelas. Copilot membawa konteks niat belanja ke tahap pencarian, lalu mengantar pengguna ke pembayaran tanpa memutus percakapan. Dengan cara itu, merchant berharap tingkat pembelian meningkat karena pengguna tetap fokus.

Advertisements

Bagi merchant, manfaat utama terletak pada satu alur yang lebih pendek. Merchant dapat mengurangi hambatan karena pengguna tidak perlu berpindah aplikasi atau situs. Merchant juga dapat memperluas jangkauan karena Copilot dapat menjadi pintu masuk belanja baru.

Namun, alur yang lebih pendek juga menuntut layanan pelanggan yang lebih siap. Ketika pembeli bertransaksi lebih cepat, pembeli juga menuntut kepastian pengiriman dan kejelasan kebijakan. Merchant perlu menyiapkan dukungan yang konsisten untuk menjaga kepercayaan.

Data internal Microsoft memberi sinyal dorongan pembelian

PayPal mengutip pernyataan Microsoft yang menyebut adanya lonjakan pembelian setelah interaksi dengan Copilot. PayPal menyebut bahwa perjalanan pengguna dengan Copilot menghasilkan 53 persen lebih banyak pembelian dalam 30 menit setelah interaksi. Angka ini menggambarkan dampak jangka pendek yang dekat dengan momen keputusan.

PayPal juga mengutip klaim bahwa saat niat belanja hadir, tingkat konversi 194 persen lebih tinggi dibanding perjalanan tanpa Copilot. Jika pola ini bertahan, merchant dapat menganggap Copilot sebagai kanal yang memotong jarak antara inspirasi dan transaksi. Namun, pembacaan angka seperti ini tetap memerlukan konteks metode, sampel, dan periode pengamatan.

Microsoft menempatkan narasi tersebut dalam bingkai optimasi perjalanan pengguna. Nayna Sheth dari Microsoft menyatakan bahwa pengalaman PayPal dalam commerce dan pembayaran membuat PayPal menjadi mitra yang ideal. Ia juga menekankan penyederhanaan perjalanan dari penemuan produk sampai pembelian.

Bagi pelaku ritel, dampaknya bisa terasa pada pola promosi dan katalog. Jika percakapan menjadi etalase utama, merchant perlu menata informasi produk yang mudah dipahami AI. Merchant juga perlu memastikan stok dan variasi produk selalu terbarui, agar rekomendasi tidak menyesatkan.

Kyle Dorcas dari Ashley Global Retail menilai bahwa asisten belanja berbasis AI dapat mengubah pengalaman pelanggan. Ia memandang integrasi PayPal dan Microsoft sebagai evolusi berikutnya dalam ritel furnitur melalui percakapan alami. Pernyataan ini memperlihatkan bahwa ritel besar melihat chat sebagai kanal transaksi, bukan sekadar kanal informasi.

Open approach dan layanan agentic commerce PayPal

Integrasi pembayaran di dalam AI memunculkan pertanyaan tentang fragmentasi. Merchant bisa kewalahan jika harus membangun integrasi terpisah untuk setiap asisten AI. PayPal mencoba menjawab masalah ini melalui pendekatan yang disebut terbuka.

PayPal menyatakan bahwa pendekatan terbuka mendukung protokol agentic dan platform AI terkemuka. PayPal juga menyatakan bahwa merchant dapat memakai satu integrasi untuk menjangkau banyak ekosistem AI. Di tingkat strategi, PayPal ingin menjadi lapisan transaksi yang lintas platform.

Store sync mengubah katalog menjadi aset transaksi

PayPal menjelaskan bahwa merchant dapat membuat katalog produk menjadi siap dibeli lewat kemampuan store sync. Dalam skema ini, katalog yang tersinkron berfungsi sebagai sumber data yang bisa dipakai sistem AI untuk menampilkan rekomendasi yang lebih akurat. Jika katalog rapi, Copilot dapat mengarahkan pembeli ke keputusan yang lebih cepat.

PayPal mengaitkan store sync dengan layanan yang PayPal sebut sebagai agentic commerce services. PayPal menilai layanan ini membantu merchant menarik pelanggan dan menyiapkan bisnis untuk era belanja berbasis AI. Dengan kata lain, PayPal menawarkan jalur yang menggabungkan distribusi katalog dan eksekusi pembayaran.

Copilot Checkout menjadi contoh praktis dari strategi tersebut. Ketika data katalog dan kemampuan bayar berjalan dalam satu ekosistem, merchant dapat mengurangi risiko mismatch, seperti stok kosong atau harga yang tidak sinkron. Selain itu, merchant bisa menilai performa kanal AI secara lebih terukur.

Walau begitu, merchant tetap harus mengelola kualitas data. Merchant perlu menjaga nama produk, variasi, ukuran, dan kebijakan pengiriman agar tetap konsisten. Jika tidak, AI dapat menafsirkan produk secara keliru, lalu pengalaman pengguna menurun.

Aktivasi merchant dan peta kompetisi berikutnya

PayPal menyatakan bahwa merchant yang ingin mengaktifkan pengalaman agentic melalui Copilot Checkout dapat mendaftar melalui halaman bisnis AI PayPal. Jalur pendaftaran ini memberi sinyal bahwa PayPal ingin memperluas basis merchant, bukan hanya mengandalkan merchant besar.

PayPal juga menyebut rencana perluasan ke lebih banyak perangkat dan kanal Copilot. Jika ekspansi berjalan, merchant akan menghadapi perubahan perilaku belanja yang lebih cepat. Pembeli dapat memulai belanja dari konteks kerja, pesan, atau pencarian informasi, lalu menutup transaksi pada saat yang sama.

Pada saat yang sama, isu kepercayaan menjadi pusat perhatian. PayPal menonjolkan perlindungan penjual dan pembeli untuk transaksi yang memenuhi syarat. Merchant perlu memahami syaratnya, agar ekspektasi pelanggan tetap realistis dan proses sengketa berjalan jelas.

Kapasitas skala juga menjadi bagian dari narasi. PayPal menyebut angka lebih dari 192.000 sebagai basis pilihan belanja yang mendukung pengalaman Copilot. Bagi pembeli, skala memberi rasa aman karena pilihan terlihat luas. Bagi merchant, skala berarti kompetisi yang lebih ketat untuk tampil relevan.

Copilot Checkout menunjukkan bahwa belanja berbasis AI bergerak dari eksperimen menuju infrastruktur transaksi. PayPal dan Microsoft menempatkan pembayaran, katalog, dan konteks AI dalam satu alur yang lebih ringkas. Pembaca dapat melanjutkan ke artikel terkait di Insimen untuk memahami strategi merchant, dampak konversi, dan arah agentic commerce berikutnya.

Samuel Berrit Olam

Start your dream.

Leave a Reply