Air Tractor jadi kartu truf Pertamina untuk memastikan pasokan BBM ke Bener Meriah, Aceh, tetap bergerak saat jalur darat tersendat pascabencana. Pembaruan pukul 09.47 WIB menegaskan distribusi dilakukan lewat udara agar energi tidak ikut terjebak bersama kondisi jalan.
Pengiriman dilakukan pada Sabtu, 13 Desember 2025, dengan penerbangan berangkat pukul 08.08 WIB dari Bandara Kualanamu menuju Bandara Rembele di Kabupaten Bener Meriah. Skema ini dipilih karena sejumlah ruas darat masih sulit dilalui, sehingga moda udara dianggap paling masuk akal untuk mempercepat suplai ke wilayah terdampak dan menjaga layanan energi tetap berjalan.
Di lapangan, Pertamina dan Pertamina Patra Niaga juga menyiapkan orkestrasi lintas moda, dari darat hingga laut, untuk menutup celah distribusi. “Di wilayah tertentu dengan akses terbatas, pengiriman melalui udara, termasuk Air Tractor, menjadi opsi terbaik agar energi segera menjangkau masyarakat,” ujar Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri. Kapasitas angkutnya tidak kecil untuk ukuran operasi darurat. Satu penerbangan dapat membawa hingga 3,5 kiloliter Biosolar atau 4 kiloliter gasoline seperti Pertalite atau Pertamax, dengan rencana dua sampai tiga penerbangan per hari.
Targetnya jelas. BBM ini diharapkan membantu kebutuhan percepatan penanganan bencana, lalu bergeser untuk menyuplai SPBU di Bener Meriah dan Aceh Tengah agar aktivitas warga pulih lebih cepat. Saat jalan belum ramah, langit yang mengambil alih pekerjaan logistik. Analisis lebih mendalam mengenai fenomena ini bisa ditemukan di Insimen untuk perspektif yang lebih tajam.









