Gedung Putih meluncurkan TrumpRx pada Kamis, 5 Februari 2026, dan pemerintah langsung menjual narasi besar soal pemangkasan biaya obat. Platform ini tampil sebagai “etalase” awal untuk sekitar 40 obat, termasuk terapi obesitas seperti Wegovy dan Zepbound, plus obat infertilitas seperti Gonal F.
TrumpRx bekerja dengan cara yang dibuat sederhana. Pengguna mencari nama obat. Sistem lalu mengarahkan pembelian ke situs penjualan resmi pabrikan, atau memberi kupon yang bisa dipakai di apotek tertentu. Gedung Putih menonjolkan potongan harga yang mereka klaim bisa memangkas ratusan dolar per bulan untuk beberapa obat.
Di depan kamera, Presiden Donald Trump memasang target yang tidak kecil. “We’re going to save a lot of money and be healthy,” kata Trump, sambil menjanjikan penghematan sampai miliaran dolar. Namun, mekanisme pasar obat di Amerika tidak bergerak sesederhana itu, karena mayoritas warga sudah memakai asuransi. Banyak pemegang polis biasanya mendapat harga bersih yang lebih rendah lewat skema manfaat, rabat, dan diskon internal. Artinya, kelompok yang paling mungkin merasakan dampak adalah sekitar 27 juta warga yang tidak punya asuransi, atau pasien yang memilih bayar sendiri di luar pertanggungan.
Contoh yang sering disebut adalah Zepbound dosis terendah yang tampil di angka US$299 per bulan. Angka itu sekitar US$50 lebih murah dibanding penawaran tunai pabrikan sebelumnya, dan kira kira US$700 lebih rendah dari harga daftar. Meski begitu, tidak semua obat yang sempat disebut dalam negosiasi pemerintah sudah muncul. Obat seperti Repatha dan Epclusa belum masuk pada gelombang awal. Gedung Putih menyebut pasokan awal datang dari lima produsen yang lebih dulu mencapai kesepakatan, termasuk AstraZeneca, Eli Lilly, EMD Serono, Novo Nordisk, dan Pfizer. Pfizer juga menyatakan mereka akan memasukkan lebih dari 30 obat dengan diskon rata rata sekitar 50%, dan potongan maksimal bisa mencapai 85% untuk pasien tanpa asuransi atau pasien bayar sendiri.
Di sisi kebijakan, pemerintah mendorong konsep harga “most favored nation”, yaitu harga yang mereka anggap selevel dengan negara maju lain. Gedung Putih juga mendorong Kongres untuk mengunci skema itu lewat undang undang, walau jalurnya berpotensi alot. Sinyalnya jelas, TrumpRx dipakai sebagai etalase yang mudah dipahami publik, sambil negosiasi besar tetap berjalan di belakang layar.
Kalau TrumpRx benar benar menjadi pembuka perang harga obat, maka yang paling cepat tersenyum adalah pasien yang selama ini membayar penuh dari kantong sendiri. Analisis lebih mendalam mengenai fenomena ini bisa ditemukan di Insimen untuk perspektif yang lebih tajam.









