Judi Online Jakarta pecah dalam skala yang sulit diabaikan setelah Polri menangkap 321 warga asing di Hayam Wuruk Plaza, Jakarta Barat. Penggerebekan ini membuka dugaan bahwa Indonesia sedang diuji sebagai pangkalan baru sindikat digital lintas negara, bukan sekadar lokasi singgah pekerja asing.
Polisi menyebut mayoritas yang ditangkap berasal dari Vietnam dan China, sementara sisanya datang dari Laos, Myanmar, Thailand, Malaysia, dan Cambodia. Mereka diduga mengoperasikan setidaknya 75 platform judi selama sekitar dua bulan, dengan peran yang dibagi rapi dari layanan pelanggan sampai administrasi keuangan. Sejumlah pelaku juga diduga masuk dengan visa kunjungan lalu melewati izin tinggalnya.
Kasus ini belum berhenti di level operator. Brigjen Wira Satya Triputra menegaskan penyidik kini memburu “aliran dana dan sponsor” di balik jaringan tersebut. Polisi juga menyita uang tunai sekitar Rp1,9 miliar serta perangkat digital yang sedang diperiksa untuk memetakan jangkauan operasi dan siapa pemilik manfaat sesungguhnya.
Nilai berita besarnya ada di sini. Kasus ini mempertemukan perjudian terlarang, pelanggaran imigrasi, dan dugaan pencucian uang dalam satu alamat yang sama. Jika satu gedung bisa menampung ratusan operator asing untuk puluhan situs, masalahnya jelas sudah melewati level iseng daring. Publik kini menunggu apakah penegakan hukum berani naik dari operator ke pemodal, dan Insimen akan terus mengawalnya.
Eksplorasi konten lain dari Insimen
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









