Akuisisi Emcore tiba tiba berubah arah setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah yang melarang kepemilikan aset tertentu oleh HieFo Corp. Keputusan itu memaksa perusahaan fotonik asal Amerika tersebut untuk melepas seluruh kepentingan atas aset yang sebelumnya dibeli dari Emcore, perusahaan berbasis New Jersey yang bergerak di area komponen untuk sektor kedirgantaraan dan pertahanan.
Langkah ini menempatkan transaksi bernilai sekitar 3 juta dolar AS di pusat perdebatan baru soal kontrol teknologi sensitif, terutama ketika keterkaitan dengan China menjadi variabel utama dalam penilaian risiko. Pemerintah memberi tenggat 180 hari untuk menyelesaikan divestasi, sementara detail spesifik mengenai ancaman yang dimaksud tidak dipaparkan ke publik.
Akuisisi Emcore Dan Jalur CFIUS
Keputusan presiden ini datang lewat mekanisme pemeriksaan investasi asing yang berfokus pada keamanan nasional Amerika Serikat. Pemerintah menilai apakah perubahan kendali dapat membuka celah akses terhadap teknologi, data, atau rantai pasok strategis.
Di kasus ini, Komite Investasi Asing di Amerika Serikat atau CFIUS menandai adanya risiko. Perintah presiden kemudian melarang transaksi dan memerintahkan divestasi menyeluruh atas aset Emcore yang terkait, termasuk hak, kontrak, inventori, properti, dan kekayaan intelektual yang melekat pada aset tersebut.
CFIUS sering bekerja dengan detail yang tidak dipublikasikan, sehingga alasan teknis di balik sebuah keputusan tidak selalu terbuka. Namun, ketika keputusan sampai pada tahap perintah presiden, itu biasanya menandakan bahwa pemerintah ingin hasil yang final dan dapat diawasi secara ketat.
Akuisisi Emcore Jadi Ujian Baru Untuk CFIUS
Akuisisi Emcore sebenarnya tampak kecil jika hanya dilihat dari nilainya. Namun, ukuran transaksi bukan indikator utama dalam evaluasi CFIUS. Yang menjadi inti adalah jenis teknologi yang berpindah tangan, siapa yang pada akhirnya mengendalikan keputusan bisnis, dan bagaimana perubahan kendali itu memengaruhi keamanan nasional.
Perintah presiden menyebut adanya bukti yang dinilai kredibel bahwa HieFo berada di bawah kendali warga Republik Rakyat China. Dengan struktur seperti itu, pemerintah menilai perusahaan tersebut dapat mengambil langkah yang berpotensi mengganggu kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat.
Pemerintah tidak membeberkan detail risiko yang ditemukan dalam investigasi. Namun, keputusan ini menegaskan bahwa transaksi yang sudah selesai pun masih bisa ditinjau ulang, dan perusahaan harus siap menghadapi risiko pembatalan bila temuan keamanan muncul belakangan.
Mengapa Transaksi Kecil Bisa Jadi Isu Besar
Pemeriksaan keamanan nasional biasanya memusatkan perhatian pada kemampuan teknologi dan penguasaan rantai pasok. Pada sektor fotonik dan chip khusus, keduanya sering bertemu. Komponen yang tampak sempit di atas kertas dapat menjadi bagian penting dalam sistem komunikasi, sensor, atau perangkat yang dipakai untuk aplikasi pertahanan.
Di sisi lain, transaksi bernilai jutaan dolar dapat melibatkan aset yang sulit digantikan. Sebuah lini fabrikasi wafer mencakup proses, resep produksi, dan pengalaman operator yang terakumulasi bertahun tahun.
Karena itu, pemerintah bisa menilai risiko bukan dari harga, tetapi dari dampaknya. Jika kontrol berpindah kepada pihak yang dinilai berisiko, pemerintah memandang adanya potensi pengalihan pengetahuan dan pengaturan pasokan yang dapat merugikan kepentingan nasional.
Apa Yang Dibeli Dan Mengapa Teknologi Ini Sensitif
Dalam transaksi yang dipersoalkan, Emcore sebelumnya menyampaikan bahwa HieFo membeli bisnis chip dan operasi fabrikasi wafer indium phosphide. Angka yang disebut mendekati 2,92 juta dolar AS, dan transaksi dilaporkan telah selesai pada 2024.
Indium phosphide memiliki posisi khusus dalam ekosistem teknologi. Material ini terkait dengan komponen fotonik dan komunikasi berkecepatan tinggi, serta aplikasi yang bisa merambah dari infrastruktur sipil hingga kebutuhan pertahanan.
Detail Aset Indium Phosphide Dan Rantai Pasok
Operasi fabrikasi wafer bukan hanya soal produksi. Ia adalah pintu masuk ke rantai pasok, mulai dari sumber material, kalibrasi proses, hingga pengujian kualitas. Di sektor chip khusus, pemasok yang mampu memenuhi standar ketat sering terbatas jumlahnya.
Ketika aset seperti ini berpindah tangan, pertanyaan berikutnya menjadi penting, siapa yang bisa mengakses proses, siapa yang berwenang mengubah prioritas pelanggan, dan siapa yang menentukan arah pengembangan berikutnya. Di titik ini, penilaian keamanan nasional mulai mengambil alih logika murni bisnis.
Perintah presiden meminta HieFo melepas seluruh kepemilikan dan hak atas aset tersebut di mana pun aset itu berada. Redaksi perintah juga membuka ruang bagi CFIUS untuk memberi perpanjangan atau syarat khusus sepanjang tidak mengganggu keamanan nasional.
Bagi pasar, detail seperti ini mengirim sinyal bahwa pemerintah ingin pemisahan yang tegas. Bukan hanya kontrak yang dilepas, tetapi juga hak yang mungkin melekat dalam bentuk lisensi dan properti intelektual.
Akuisisi Emcore Dan Risiko Transfer Pengetahuan
Akuisisi Emcore membawa isu lain, yaitu transfer pengetahuan yang sering tidak terlihat dalam dokumen transaksi. Jika sebuah tim yang sama tetap menjalankan operasi, maka praktik kerja, metode peningkatan yield, dan pemahaman atas pelanggan ikut berpindah bersama orangnya.
HieFo sebelumnya menyebut perusahaan itu didirikan bersama oleh Genzao Zhang dan Harry Moore. Informasi publik mengaitkan Zhang sebagai mantan eksekutif teknik di Emcore, sementara Moore memiliki latar penjualan di perusahaan yang sama.
Keterkaitan personal seperti ini tidak otomatis salah. Namun, dalam kacamata keamanan nasional, kewarganegaraan pengendali dan jaringan bisnis dapat memicu kekhawatiran tentang arah penggunaan teknologi, terutama untuk teknologi yang dapat dipakai ganda.
Lebih jauh, risiko sering muncul dari hal yang sulit diukur, seperti akses ke pelanggan prioritas, akses ke spesifikasi pertahanan, atau kemampuan mengalihkan kapasitas produksi ke kebutuhan lain.
Dampak Untuk Perusahaan, Investor, Dan Industri
Perintah divestasi menghadirkan konsekuensi operasional yang nyata. Perusahaan harus mengatur ulang kepemilikan aset, menegosiasikan pihak pembeli baru, dan memastikan transisi tidak mengganggu kontrak serta rantai pasok yang sudah berjalan.
Di sisi lain, keputusan ini menambah lapisan ketidakpastian bagi investor. Ketika pemerintah menunjukkan kesediaan membatalkan transaksi yang sudah selesai, biaya kepatuhan dan due diligence ikut naik, terutama untuk transaksi teknologi.
Akuisisi Emcore Dan Tenggat 180 Hari
Tenggat 180 hari menciptakan hitungan mundur yang ketat. HieFo perlu menentukan apakah akan mencari pembeli yang disetujui, mengembalikan aset ke entitas terkait, atau melakukan restrukturisasi yang memuaskan CFIUS. Setiap opsi membutuhkan waktu dan biasanya membutuhkan persetujuan regulator.
Pada saat yang sama, Emcore menghadapi risiko gangguan bisnis. Perubahan kepemilikan dapat memengaruhi pelanggan, pemasok, dan karyawan yang terkait dengan operasi wafer indium phosphide. Jika proses divestasi tersendat, operasi bisa melambat dan menekan kinerja.
Bagi pihak yang mengoperasikan fasilitas, perubahan kepemilikan juga berarti perubahan akses dan otorisasi. Penyesuaian itu bisa mengganggu jadwal produksi, terutama jika pelanggan meminta kepastian pasokan.
CFIUS memiliki ruang untuk memperpanjang batas waktu atau menetapkan kondisi. Namun, setiap kelonggaran biasanya disertai pengawasan, mulai dari kewajiban laporan hingga pembatasan penggunaan teknologi selama masa transisi.
Sinyal Ke Pasar Tentang China Dan Teknologi
Keputusan ini mempertegas bahwa isu China tetap menjadi parameter utama dalam transaksi teknologi Amerika. Pemerintah ingin mengendalikan bukan hanya investasi keluar masuk, tetapi juga arsitektur kepemilikan yang berpotensi memberi pengaruh operasional.
Sinyal itu dapat mendorong perusahaan menyusun struktur kepemilikan dan tata kelola yang lebih transparan sejak awal. Pemilik manfaat akhir, jalur pendanaan, serta hak kontrol menjadi bagian yang harus dijelaskan lebih rinci sebelum penutupan transaksi.
Selain itu, langkah ini mengingatkan bahwa sektor fotonik dan chip khusus kini diperlakukan setara dengan semikonduktor arus utama dalam diskusi strategis. Teknologi yang menguatkan komunikasi dan sensor punya nilai geopolitik yang terus naik.









