IPO Vietnam mulai pindah jalur. Banyak perusahaan Vietnam yang sebelumnya membidik bursa Amerika Serikat kini menggeser fokus ke bursa Asia, terutama Hong Kong dan Singapura. Perusahaan mengejar proses yang lebih masuk akal, jarak yang lebih dekat ke investor, dan risiko eksekusi yang lebih terkendali.

Xanh SM, operator taksi listrik yang terkait dengan VinFast, mulai mengeksplorasi rencana listing di Hong Kong dengan valuasi sekitar US$20 miliar dan target waktu paling cepat pada 2027. Gene Solutions juga bergerak. Perusahaan biotek itu sedang menggalang pendanaan pra IPO dan menimbang Hong Kong atau Singapura sebagai lokasi listing. Perusahaan melihat Asia sebagai tempat yang lebih pas untuk ukuran bisnis mereka, sekaligus tetap memberi cap “listing internasional” yang punya nilai reputasi.

Advertisements

Perubahan arah ini terasa kontras dengan gelombang mimpi Wall Street yang sering berhenti di tengah jalan. VNG, Tiki, dan Loship pernah mengincar Nasdaq atau NYSE, tetapi rencana itu tidak selalu berujung IPO konvensional. VinFast masuk pasar AS lewat SPAC. VNG juga sempat mendaftar, lalu menarik pendaftarannya kembali dalam waktu kurang dari enam bulan. Sementara itu, nama besar lain seperti Highlands Coffee dan The CrownX masih membuka banyak opsi, termasuk Hong Kong, Singapura, AS, atau bahkan bursa domestik Vietnam.

Hong Kong dan Singapura juga sedang memasang karpet merah. Deloitte memperkirakan Hong Kong menutup sekitar 114 IPO pada 2025 dengan dana HK$286,3 miliar, lalu memproyeksikan sekitar 160 listing baru dengan target setidaknya HK$300 miliar dan lebih dari 300 aplikasi listing pada tahun berjalan. Regulator Hong Kong juga meninjau aturan dual primary dan secondary listing untuk memperkuat koneksi dengan Asia Tenggara dan mempermudah perusahaan luar negeri masuk ke Hong Kong. Kalau tren ini lanjut, peta “panggung IPO” Asia bakal makin ramai. Analisis lebih mendalam mengenai fenomena ini bisa ditemukan di Insimen untuk perspektif yang lebih tajam.

Leave a Reply