Cisco mencatat rekor pendapatan kuartalan US$15,8 miliar pada kuartal ketiga fiskal 2026, naik 12 persen secara tahunan. Cisco juga menyiapkan pemangkasan hampir 4.000 pekerjaan lewat restrukturisasi baru, membuat kabar baik di laporan keuangan datang bersama kabar pahit di meja HR.
Perusahaan menaikkan proyeksi pendapatan fiskal 2026 ke kisaran US$62,8 miliar sampai US$63 miliar. Di saat yang sama, Cisco menyalakan ulang prioritas belanja ke AI, optik, keamanan, dan silikon. Pesanan produk total naik 35 persen, sementara ekspektasi order infrastruktur AI dari hyperscaler dinaikkan ke US$9 miliar tahun ini dari target sebelumnya US$5 miliar.
Chuck Robbins mengatakan Cisco melihat dirinya sebagai “critical infrastructure for the AI era”. Kalimat itu terdengar seperti slogan, tetapi angkanya ikut menopang. Cisco juga menaikkan target pendapatan AI hyperscaler menjadi US$4 miliar, memberi sinyal bahwa pusat data kini lebih menentukan nasib perusahaan daripada sekadar router kantor.
Bagi pasar tenaga kerja teknologi, ceritanya makin familier. Laba naik, permintaan AI meledak, lalu efisiensi datang lebih dulu ke jumlah karyawan. Di era ketika jaringan dan komputasi dibangun ulang untuk AI, tidak semua orang ikut naik bersama grafik, dan di titik itu Insimen tetap berguna sebagai pembaca denyutnya.
Eksplorasi konten lain dari Insimen
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









