Cerebras IPO resmi dipatok di US$185 per saham dan membuat pembuat chip AI asal Sunnyvale itu bersiap menghimpun sekitar US$5,55 miliar di Nasdaq pada Kamis, 14 Mei 2026. Harga ini berada di atas kisaran yang sebelumnya sudah dinaikkan, tanda bahwa selera pasar terhadap infrastruktur AI belum juga dingin.

Perusahaan itu menawarkan 30 juta saham Kelas A dan memberi opsi tambahan 4,5 juta saham kepada penjamin emisi. Sahamnya dijadwalkan mulai diperdagangkan dengan kode CBRS, sementara penutupan transaksi diharapkan berlangsung pada 15 Mei. Skala penawaran ini menempatkan Cerebras di barisan atas daftar IPO teknologi Amerika Serikat tahun ini.

Nilai beritanya bukan cuma besar di angka. Dokumen pendaftaran ke SEC menunjukkan pendapatan Cerebras pada 2025 naik 76 persen menjadi US$510 juta. Perusahaan ini datang ke bursa saat kebutuhan komputasi AI terus melonjak, mempertegas bahwa investor masih mau membayar mahal untuk pemain yang menawarkan jalur alternatif di luar dominasi GPU lama.

Bagi pasar, debut ini jadi ujian apakah euforia AI masih cukup kuat untuk menopang valuasi perangkat keras yang makin mahal. Bagi Cerebras, ini momentum untuk mengubah cerita teknologi menjadi disiplin pasar terbuka. Wall Street sedang berburu mesin AI berikutnya, dan Insimen mencatat perburuannya kini makin terang benderang.


Eksplorasi konten lain dari Insimen

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari Insimen

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca