Apple dan Meta kompak melawan Bill C-22 di Kanada karena enkripsi kini diperebutkan bukan hanya oleh peretas, tetapi juga oleh pembuat undang-undang. Dua raksasa teknologi itu memperingatkan rancangan aturan tersebut bisa memaksa mereka melemahkan perlindungan pada perangkat dan layanan digital jika akhirnya disahkan.

RUU itu diajukan pemerintah Liberal Kanada dan sedang dibahas di House of Commons setelah partai penguasa meraih mayoritas parlemen bulan lalu. Dalam penjelasan resmi pemerintah pada 12 Maret 2026, Bill C-22 diposisikan sebagai bagian dari dorongan lawful access agar aparat penegak hukum dan badan keamanan dapat merespons permintaan data dengan lebih efektif. Bagi Ottawa, ini soal investigasi ancaman yang lebih cepat. Bagi perusahaan teknologi, ini mulai terdengar seperti pintu belakang dengan nama yang lebih sopan.

Apple menyatakan RUU tersebut dapat merusak fitur privasi dan keamanan yang diharapkan pengguna ketika ancaman digital justru makin agresif. Meta juga mengingatkan draf itu memberi negara “sweeping powers, minimal oversight, and lack of clear safeguards,” sambil menilai kewajiban baru semacam itu dapat memaksa platform membangun kemampuan yang melemahkan enkripsi. Kekhawatiran itu muncul karena aturan Kanada dinilai berpotensi menyerupai perintah akses data di Inggris yang sebelumnya membuat Apple menarik salah satu fitur penyimpanan cloud terenkripsi penuh.

Pemerintah Kanada membalas bahwa aturan itu tidak dimaksudkan untuk menciptakan kerentanan sistemik dan perusahaan tetap paling paham cara menjaga sistem mereka aman. Namun benturan ini menunjukkan satu hal yang makin jelas. Di era ancaman siber dan pengawasan negara yang sama-sama agresif, enkripsi telah berubah dari fitur teknis menjadi sengketa kekuasaan. Untuk membaca persilangan hukum dan teknologi seperti ini tanpa kabut slogan, Insimen tetap relevan sebagai referensi wawasan.


Eksplorasi konten lain dari Insimen

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Leave a Reply

Eksplorasi konten lain dari Insimen

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca