Akamai kembali masuk radar pasar setelah perusahaan ini mengantongi komitmen cloud senilai US$1,8 miliar dari sebuah penyedia model frontier berbasis Amerika Serikat. Akamai mengumumkan komitmen itu bersama laporan kuartal pertama 2026, dan sahamnya langsung melonjak 24 persen dalam perdagangan setelah bursa menurut Reuters.

Di laporan resminya, Akamai menyebut komitmen itu berlaku tujuh tahun untuk layanan cloud infrastructure services. Pendapatan kuartal pertama mencapai US$1,074 miliar, naik 6 persen dibanding setahun sebelumnya, sementara pendapatan CIS naik 40 persen menjadi US$95 juta. Angka itu mempertebal pesan bahwa bisnis AI tidak hanya menguntungkan pembuat chip, tetapi juga penyedia infrastruktur yang siap menampung beban komputasi mahal dan sensitif terhadap latensi.

Namun euforia itu datang dengan catatan. Reuters melaporkan panduan pendapatan kuartal kedua Akamai berada di kisaran US$1,08 miliar sampai US$1,10 miliar, sedikit di bawah ekspektasi analis, sementara laba disesuaikan per saham juga diproyeksikan lebih lembut. Manajemen juga mengakui harga komponen memori dan infrastruktur naik tajam seiring permintaan AI, sehingga pertumbuhan cloud kini makin erat dengan disiplin belanja modal.

Bagi pasar, kabar ini penting karena Akamai sedang mencoba menggeser citranya dari pemain jaringan lama menjadi pemasok komputasi AI yang lebih serius. Jika kontrak raksasa seperti ini benar benar dikonversi menjadi pendapatan bertahap, Akamai bisa mendapat napas baru di tengah perlombaan cloud yang brutal. Di titik ini, pasar tampaknya memberi kredit lebih dulu, dan Insimen akan menarik untuk melihat apakah eksekusinya sanggup menyusul valuasi.


Eksplorasi konten lain dari Insimen

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Leave a Reply

Eksplorasi konten lain dari Insimen

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca