Harga CabaiHarga cabai kembali naik tajam menjelang Ramadan, dan cabai rawit merah menyentuh Rp104.400 per kilogram di Kalimantan Tengah. Angka itu membuat “pedas” pindah dari piring ke struk belanja, terutama ketika kebutuhan dapur biasanya ikut menanjak menjelang bulan puasa.
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis pada Kamis, 12 Februari 2026, mencatat hampir semua jenis cabai naik dalam sepekan terakhir. Rata rata nasional cabai merah besar berada di Rp44.600 per kilogram, dan harga itu naik 7,34 persen. Cabai merah keriting naik lebih kencang, dan harga rata ratanya mencapai Rp46.550 per kilogram setelah naik 9,79 persen. Cabai rawit hijau berada di Rp54.300 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah melonjak 11,18 persen ke Rp76.550 per kilogram.
Kenaikan paling mencolok muncul pada cabai rawit merah di wilayah Indonesia Timur dan Kalimantan, karena harga di beberapa provinsi sudah menembus Rp90 ribu per kilogram. DKI Jakarta mencatat Rp96.250 per kilogram. Kalimantan Utara dan Maluku Utara sama sama berada di Rp95 ribu per kilogram. Papua mencatat Rp94.500 per kilogram, sedangkan Banten berada di Rp93.900 per kilogram. Di Kalimantan Tengah, harga sempat menyentuh Rp106.900 per kilogram pada pekan sebelumnya, lalu bergerak ke Rp104.400 per kilogram pada 11 Februari.
Kondisi ini biasanya memukul dua sisi sekaligus. Rumah tangga menahan belanja harian, sedangkan warung makan dan pelaku usaha kuliner menyesuaikan porsi, harga, atau menu. Sejumlah komoditas lain ikut naik, tetapi lajunya lebih pelan, seperti ayam ras segar Rp41.250 per kilogram, telur ayam ras Rp31.950 per kilogram, dan minyak goreng curah Rp18.950 per kilogram.
Kalau tren ini berlanjut sampai awal Ramadan, pasar akan memberi pelajaran sederhana. Cabai itu kecil, tetapi efeknya bisa membesar. Analisis lebih mendalam mengenai fenomena ini bisa ditemukan di Insimen untuk perspektif yang lebih tajam. Naik Jelang Ramadan Saat Rawit Merah Tembus Rp104.400 Di Kalteng









