Elon Musk merombak xAI setelah perusahaan itu bergabung dengan SpaceX, dan ia menyiapkan IPO yang ia sebut bakal “kelas berat”. xAI masuk fase baru. Musk ingin timnya bergerak lebih cepat, tepat saat publik mulai menilai apakah perusahaan ini stabil atau cuma kencang di panggung.

Perombakan ini muncul setelah beberapa pendiri awal keluar. xAI dulu punya 12 co founder. Kini jumlah yang tersisa tinggal setengah. Situasi itu memicu tanda tanya soal kekompakan internal, apalagi Musk menargetkan xAI untuk menantang OpenAI dan Google di banyak lini sekaligus, dari model bahasa besar, generator gambar dan video, sampai alat coding.

Dari sisi penggunaan, xAI masih mengejar jauh. Data Januari menunjukkan Grok.com menyumbang sekitar 3,4 persen trafik chatbot generatif global. ChatGPT masih memimpin dengan sekitar 64,5 persen. Gemini berada di kisaran 21,5 persen. Angka ini membuat ambisi xAI terdengar seperti rencana sprint, padahal lintasannya maraton.

Advertisements

Musk menjelaskan alasan perubahan itu dengan nada yang lugas. “Kami mengatur ulang perusahaan supaya lebih efektif pada skala ini,” kata Musk dalam pertemuan internal. xAI lalu membagi kerja ke empat area utama. Aman Madaan memimpin model inti Grok dan suara. Manuel Kroiss memimpin model coding sekaligus infrastruktur machine learning. Guodong Zhang memimpin tim Imagine untuk multimedia. Toby Pohlen memimpin tim Macrohard untuk otomasi proses perusahaan.

Manajemen juga mengangkat coding sebagai prioritas. Musk menargetkan Grok Code menjadi “state of the art” dalam dua sampai tiga bulan. Ia bahkan menebak AI bakal membuat biner langsung, sehingga manusia makin jarang menulis kode.

Penutupnya sederhana. Musk sedang menata xAI seperti mesin balap sebelum start besar. Analisis lebih mendalam mengenai fenomena ini bisa ditemukan di Insimen untuk perspektif yang lebih tajam.

Leave a Reply