The Fed membeli Treasury bill lebih dari US$90 miliar sejak 12 Desember 2025, lalu pasar uang jangka pendek mendadak lebih adem. Departemen Keuangan AS mengonfirmasi angka itu pada Rabu, 4 Februari 2026, dan pasar langsung menangkap satu pesan sederhana: aliran uang semalam jangan sampai seret.

Pejabat bank sentral menyebut langkah ini sebagai urusan teknis supaya mesin pendanaan harian tetap mulus. Sebagian pelaku pasar melihatnya sebagai saudara dekat kebijakan pelonggaran kuantitatif. Apa pun labelnya, efeknya terasa sampai ke dompet. Saat The Fed rutin menyerap surat utang jangka pendek, tekanan di pasar pendanaan semalam mereda. Tekanan seperti ini biasanya merambat ke imbal hasil obligasi tenor panjang. Ketika rambatan itu mengecil, biaya kredit rumah dan pinjaman usaha ikut cenderung stabil pada awal 2026.

Advertisements

Pasar obligasi juga tidak bereaksi berlebihan setelah pengumuman itu. Imbal hasil Treasury tenor 1 bulan berada di sekitar 3,680%, sementara tenor 30 tahun berada di sekitar 4,916%, dan pergerakannya kecil. Volatilitas pasar obligasi bahkan disebut berada di level terendah dalam lima tahun. “Dari sisi plumbing, pembelian ini memberi rasa stabil, dari bill sampai obligasi tenor panjang,” kata John Luke Tyner, manajer portofolio Aptus Capital Advisors.

Buat publik, stabilnya imbal hasil berarti cicilan tidak naik liar hanya karena pasar uang mendadak rewel. Buat pemerintah, ruang gerak lelang surat utang terasa lebih lega karena sebagian pasokan terserap oleh bank sentral. Ironinya, kebijakan yang disebut teknis justru terasa paling nyata saat orang mengajukan kredit. Analisis lebih mendalam mengenai fenomena ini bisa ditemukan di Insimen untuk perspektif yang lebih tajam.

Leave a Reply