IPO SpaceX kembali menguat untuk 2026, dan kali ini daya tariknya terasa lebih bisa dihitung ketimbang sekadar hype roket. Magnet utamanya adalah Starlink, layanan internet satelit yang dinilai investor sebagai mesin pendapatan paling siap dipoles menjadi cerita pasar publik.

Logikanya sederhana. Investor publik menyukai bisnis yang punya pola langganan, skala global, dan potensi margin yang membesar seiring pertumbuhan pengguna. Starlink dinilai sudah bergerak ke arah itu, bahkan perusahaan sebelumnya menyatakan Starlink telah mencapai titik impas arus kas. Itu membuat Starlink terlihat seperti jangkar stabil di tengah portofolio SpaceX yang penuh proyek berisiko tinggi.

Advertisements

Masalahnya, SpaceX bukan perusahaan yang hidup dari jangkar. Narasi Mars, Starship, dan target kolonisasi membawa kebutuhan belanja modal besar, risiko teknis, serta horizon pengembalian yang panjang. Investor privat bisa lebih sabar. Investor publik biasanya meminta disiplin. Ketegangan inilah yang dapat menaikkan profil risiko ketika SpaceX masuk bursa, karena dorongan untuk mengejar Mars dapat bertabrakan dengan ekspektasi return jangka pendek dan kepastian eksekusi.

Elon Musk ikut memberi sinyal di ruang publik ketika menanggapi pembahasan IPO dengan kalimat singkat yang mengisyaratkan laporan itu akurat. Itu bukan pengumuman resmi, tapi cukup untuk membuat pasar membaca arah angin. Pada akhirnya, IPO SpaceX akan dipandang sebagai pertaruhan ganda. Membeli Starlink yang kaya arus kas, sekaligus ikut menanggung mimpi Mars yang mahal. Analisis lebih mendalam mengenai fenomena ini bisa ditemukan di Insimen untuk perspektif yang lebih tajam.

Leave a Reply